Pasific Pos.com
Papua Barat

Guru Pukul Murid di SD Inpres 20 Mansinam

Manokwari, TP – Tindakan kekerasan yang dilakukan guru terhadap murid kembali terjadi pada salah satu Sekolah Dasar di Manokwari.

Eko Rumbrawer dan Gunawen Rumbobiar, keduanya merupakan siswa kelas 6 di SD Inpres 20 Pulau Mansinam, yang menjadi korban pemukulan oleh guru mereka, Simon Rumadas.

Eko Rumbrawer menceritakan, kejadian itu terjadi tepatnya pada hari Senin (5/3) sekitar pukul 10.00 WIT, saat jam Sekolah sedang berlangsung.

“Pak guru di pukul pukul 2 kali, di kaki terus di kepala, pake plompong (sejenis karet mati) langsung berdarah,” ungkap Eko Rumbrawer saat ditemui Tabura Pos di Rumahnya, Kamis (8/3).

Sedangkan, Kedua orang tua korban, Septinus Rumbrawer dan Yermina Wanma membenarkan adanya tindakan tindak terpuji yang dilakukan guru kelas, Simon Rumadas terhadap anak mereka Eko Rumbrawer.

Yermina mengungkapkan, sejak kecil Eko Rumbrawer tidak pernah dikasari dalam keluarga, apalagi sampai mengeluarkan darah.

Terkiat kejadian yang menimpa anaknya, Yermina mengaku sudah menghadap Kepala SD Inpres 20 Pulau Mansinam untuk meminta penjelasan.

“Bapak Kepala bilang mereka dua dihukum karena 3 alasan, yakni tidak masuk Sekolah Minggu, Rambut Eko Rumbrawer sudah panjang jadi harus di gunting, dan karena mereka bermain karet di Pantai,” jelas Yermina.

Lanjut dia, akibat kejadian itu Eko Rumbrawer dan Gunawen Rumbobiar menjadi trauma dan takut ke Sekolah, bahkan Eko Rumbrawer harus mengalami luka bocor di Kepala depan bagian kanan.

Menurut Yermina, terkait kejadian itu, keluarga akan segera melapor ke pihak Polres Manokwari untuk ditindaklanjuti.

Sementara itu, Kapolres Manokwari, AKBP Adam Erwindi melalui Kasat Binmas Polres Manokwari, Iptu Subiyanto yang dikonfirmasi Tabura Pos via Ponsel membenarkan adanya kejadian pemukulan yang dilakukan oknum guru terhadap murid.

“Kita sudah dapatkan laporan, kalau tidak ada halangan besok kita akan pertemukan pihak pelaku dan korban di ruang pertemuan Binmas Polres Manowkari untuk penyelesaian,” tukas Subiyanto. [BOM]