Pasific Pos.com
Papua Tengah

Guru Honorer Terima Upah Honor Setahun Dua Kali

DEIYAI – Para Guru honorer, baik guru honor tingkat SD, SMP dan SMA, yang mengajar di sejumlah sekolah yang ada di wilayah Deiyai, selalu terima upah honor setiap tahun sebanyak dua kali sebesar Rp.3.000.000 per guru yang ada berjumlah sekitar 50an orang lebih guru honor di Deiyai. “Upah honor, bagi para guru honor ini disediakan oleh pemerintah daerah melalui Dinas P dan P sebagai dinas teknis, upah honor mereka bukan ditanggung di sekolahnya dan pekan lalu, para guru honor melakukan aksi demo ini hanya mereka menanyakan soal kelancaran, pemotongan dan juga penambahan upah honor mereka, bukan tanyakan lain- lain,” kata seorang guru honor, M. Giyai, kemarin.

Dikatakannya, para guru honor selalu terima upah honor dalam setahun terima dua kali. Namun, para guru honor pernah tanyakan soal kesejateraannya ke pemerintah daerah melalui Dinas P dan P, karena menururt dia, selama upah honor teman-teman guru honor, pernah terima honornya dibawah ketentuan jumlah upah honornya dan juga para guru honor minta penambahan upah honor.

Harapan para guru honor untuk penambahan upah honor mereka, mengingat kembali tugas para guru honor selama di sekolah, selalu jatuh bangun mengajar di sekolah tanpa mengenal beban kesibukan lainnya sehingga selalu aktif mengajar, mendidik anak-anak di sekolahnya. Karena menurut dia, yang selalu aktif menegajar di sekolah adalah guru honorer, sedangkan guru berNIP, selalu kurang aktif mengajar di sekolah.

Kebanyakan guru berNIP, sudah pindah di kantor karena dapat jabatan di OPD-OPD, kantor sehingga sejumlah sekolah yang ada ini kebanyakan yang mengajar guru honorer, maka para guru honor melalui aksi demo menyampaikan keluhan serta harapan mereka sesuai dengan kondisi di lapangan kepada pemerintah daerah agar dapat diperhatikan secara serius, terutama diperhatikan masalah kesejahteraan para guru honor yang ada.

“Kami guru honor berharap, tambah upah honor kami, karena kebanyakan guru honor sudah berkeluarga dan juga karena mereka tinggalkan kesibukan lain di rumah, pergi mengajar anak-anak di sekolah. Mengingat beban hidup dan juga beban tugas disesuaikan dengan kondisi ekonomi saat ini, sehingga para guru honor berharap pemerintah daerah dapat serius terhadap kesehjateraan mereka. Harapan kami ini, sudah sampaikan ke Dinas P dan P saat aksi demo lalu,” katanya.

Dia menambahkan, sesuai kondisi yang ada, jika guru honor tidak mengajar di sejumlah sekolah, kasihan anak-anak jadi korban. Karena kebanyakan guru yang mengajar adalah para guru honor. “Anak-anak sekolah pernah lakukan aksi demo di Dinas P dan P karena anak-anak tidak menerima pelajaran selama berapa hari di sekolahnya, akibat para guru tidak datang mengajar di sekolah, maka kedepan jangan terjadi lagi hal-hal seperti itu di sejumlah sekolah di Deiyai,” urainya.

Oleh sebab itu, mengingat pentingnya masalah pendidikan, dirinya kembali mengharapkan apapun harapan para guru honor yang telah disampaikan melalui aksi demo lalu, pemerintah daerah dapat menyikapi secara serius agar kedepannya, para guru honor bersama pemerintah dapat terus membangun dan memajukan dunia pendidikan di daerah ini, terutama dalam meningkatkan proses belajar mengajar di sekolah, sehingga melalui proses kegiatan belajar mengajar di sekolah terus meningkat sumber daya manuia yang berkwalitas, sesuai harapan kita semua. (henbob)