Pasific Pos.com
Papua Barat

Gubernur Resmikan Patung Lodewijk Mandatjan

Manokwari, TP – Penggunaan nama tokoh Lodewijk Mandatjan sebagai aikon Rumah Sakit Bhayangkara, diwujudnyatakan Polri melalui peresmian patung Lodewijk Mandatjan oleh Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, Rabu (11/7).

Dikatakan Gubernur, Lodewijk Mandatjan adalah tokoh penjuangan trikora yang rela memberikan nyawanya untuk melawan pasukan jepang yang menduduki Manokwari pada saat itu.

Dengan penjuangan itu, diungkapkan Gubernur yang juga merupakan anak dari Lodewijk Mandatjan ini, ayahnya Lodewijk Mandatjan dan Barens Mandacan akhirnya menerima pangkat Kapten di pangkalan sekutu, Pulau Numfor, Biak.

“Pada jaman trikora, bapak Lodewijk Mandatjan adalah orang yang menaikan bendera merah putih pertama kali di Lapangan Borasi Manokwari, bersama suku-suku yang ada di Manokwari,” tutur Gubenur pada acara peresmian patung Lodewijk Mandatjan, di Rumah Sakit Bhayangkara Lodewijk Mandatjan, kemarin.

Lanjut dia, itulah sejarah singkat Lodewijk Mandatjan yang harus diketahui semua masyarakat Papua dan sangat patut jika diberikan penghargaan oleh Polri, malalui penggunaan nama besar pada Rumah Sakit Bhayangkara Lodewijk Mandatjan di Manokwari.

Dirinya berharap, kiranya perjuangan Lodewijk Mandatjan dapat dimaknai dalam setiap kesempatan dan dapat menjadi acuan pemuda-pemudi Papua Barat terkhususnya anggota Polri dalam membela Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan mewujudkan Papau Barat yang aman, sejahtera dan bermartabat.

Sementara itu, Kabid Dokkes Polda Papua Barat, AKBP. Dr. Sariman mengatakan, pemerian nama tokoh Lodewijk Mandatjan sebagai nama Rumah Sakit Bhayangkara Lodewijk Mandatjan di Manokwari, sesuai dengan amanah Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian.

Dikatakannya, dengan pemakaian nama tokoh Lodewijk Mandatjan tentu mengandung harapan, sesuai dengan jiwa prakarsanya yang merupakan panutan suku besar arfak dan sebagai tokoh besar dalam masa perjuangan tri komando rakyat (trikora).

“Tentunya diharapkan, bagi semua orang yang akan berobat di Rumah Sakit ini akan merasakan kelahiran dan bangga dengan perjuangan dari tokoh Lodewijk Mandatjan,” ucap dr. Sariman.

Dirinya menuturkan, kehadiran Rumah Sakit Bhayangkara Lodewijk Mandatjan di Manokwari merupakan wujud kepedulian Polri kepada masyarakat Papua Barat, dalam penjabaran melalui program promoter dari Kapolri.

Dirincikan dr. Sariman, Rumah Sakit Bhayangkara Lodewijk Mandatjan di Manokwari memiliki luas 4500 meter persegi dan berdiri di atas lahan seluas 4,4 hektar. Dimana pembangunan dimulai pada awal bulan Juli 2017, dengan sumber anggaran APBN tahun anggaran 2017.

Menurutnya, berdasarkan Permenkes nomor 56 tahun 2004, Rumah Sakit Bhayangkara Lodewijk Mandatjan di Manokwari termasuk Rumah Sakit dalam katagori tipe D, yang dilengkapi dengan 50 tempat tidur, dan 23 personel tenaga dokter, tenaga medis dan perawat umum.

Meski belum beroperasi secara maksimal, ditambahkannya, dalam waktu yang tidak terlalu lama Rumah Sakit Bhayangkara Lodewijk Mandatjan di Manokwari akan mendapatkan bantuan alat kesehatan berteknologi tinggi seperti peralatan laoratorium, radiologi, USG, perlengkapan anestesi, ICU dan lain-lain dari Pusdokkes Mabes Polri.

“Meskipun masih banyak kekurangan, namun kita tetap berharap Rumah Sakit ini dapat memberikan pelayanan paling murah dan prima melalui berbagai layanan unggulan, dan mampu menjadi pusat medical masyarakat Manokwari dari wilayah bagian selatan dengan, sekaligus menjadi Rumah Sakit rujukan,” ujar dia.

Diungkapkan dr. Sariman, dalam mewujudkan visi-misi berbagai upaya telah dilakukan Polri termasuk dalam hal mendapatkan perijinan operasional dan melakukan rekrutmen putra-putri terbaik Papua Barat.

Untuk itu, dirinya berharap, kiranya dalam memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat Manokwari, PApua Bara, Pemerintah Provinsi Papua Barat bersedia mendukung dan mendorong teratasinya kekurangan dari berbagai aspek. [BOM]