Pasific Pos.com
Papua Barat

Gubernur Lantik Pengurus FKUB Papua Barat Periode 2018-2023

Manokwari, TP – Badan Pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Papua Barat periode 2018-2023, dilantik Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, di ruang rapat lantai III Kantor Gubernur Papua Barat, Senin (9/7).

Dimana pengurus inti terdiri dari, Pdt Zadrak Simbiak S.Th sebagai Ketua, Ahmad Nausrauw S.Pi MM sebagai Wakil Ketua I, Pastor Lambertus Pati, OSA sebagai Wakil Ketua II, Ida Bagus Putu Candi sebagai Sekretaris, Dr. Eng Hendri S.Si, M.Si sebagai Wakil Sekretaris.

Kemudian, Koordinator bidang pemberdayaan kerukunan umat beragama dipimpin Dr. Mulyadi Jadya M.Si sebagai Ketua, dengan anggota Pdt. J Kiriho S.Th, Phan Ming An, Margaretha R. Da Lopes S.IP, Pdt, S Kafiar S.Th dan Suprianto SH.

Koordinator bidang pemeliharaan kerukunan umat beragama dipimpin Pdt. Sherly Parinusa S.Th sebagai Ketua, dengan anggota Dr. Abraham Yumte S.Ag M.Th, Sultan S.Pdi, Hj. Zainal A. Razak SH, Pdt. Yakobus Ullu, dan Pdt. M. Warfandu S.Th.

Koordinator bidang pendirian tempat ibadah dipimpin Drs. I Wayan Semol selaku Ketua, dengan anggota Pdt. Kristofel Rumaseb S.Th, Pdt. Maniani M.Th, dan Pdt. A Yarangga S.Th.

Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan mengatakan, dengan dilantiknya Pengurus FKUB yang baru mudah-mudahan lebih mendorong peningkatan peran dan fungsi FKUB dalam memelihara kerukunan hidup umat beragama di Papua Barat.

“Saya juga harapkan semoga nantinya FKUB dapat bangkit mengejar segala ketertinggalan untuk meraih kemajuan bangsa yang akan datang,” ucap Gubernur pada acara pelantikan pengurus FKUB periode 2018-2023, kemarin.

Dikatakan Gubernur, belajar dari situasi ditengah berbagai persoalan yang muncul saat ini maka tokoh-tokoh agama harus dapat berpendapat baik agar tidak memecahbelahkan bangsa, melainkan dapat memulihkan situasi yang sudah hampir chaos.

Dirinya mengungkapkan, FKUB Papua Barat telah terbentuk sejak tahun 2007 silam dengan keaggotaan terdiri dari setiap perwakilan agama dimana tahun ini merupakan tahun kepengurusan yang ke-3.

Gubernur pun mengaku, selama ini FKUB telah banyak mengambil peran yang sangat baik karena mampu memadukan kaidah-kaidah agama dengan kearifan lokal di seluruh Wilayah Provinsi Papua Barat dengan sangat arif.

Sehingga kerukunan agama di Provinsi Papua Barat berdasarkan data yang dihimpun Kementerian Agama (Kemenag) dan Kementerian dalam negeri (Kemendagri) merupakan Provinsi yang memiliki tingkat kerukunan agama terbaik dibandingkan Provinsi lainnya di Indonesia.

Menurut Gubernur, hal itu merupakan prestasi baik yang perlu dijaga sehingga dapat dinyatakan bahwa peran FKUB di Provinsi ini sangat penting untuk tetap mewujudkan kebersamaan dan kekompakan itu dalam membantu mewujudkan visi-misi Gubernur dan Wakil Gubernur. [BOM]