Pasific Pos.com
Papua Barat

Gubernur: ASN Tidak Masuk Kantor TPP Dipotong 5 Persen

Manokwari, TP – Dengan diberlakukannya Tunjangan Perbaikan Penghasilan (TPP), Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkungan Pemerintah Provinsi Papua Barat diminta lebih rajin masuk Kantor dan dapat melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab.

Hal ini disampaikan Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, saat memimpin apel gabungan di Kantor Gubernur Papua Barat, Senin (9/7).

Diterangkannya, pembayaran TPP berkaitan erat dengan absensi ASN, baik absen masuk, istirahat dan pulang kantor, sehingga jika sehari saja ASN tidak masuk kantor maka akan dipotong 5 persen dari TPP.

“Kalau ada ASN yang dinas luar, sakit atau ada urusan lain, segera berkoordinasi dengan pimpinan OPD masing-masing supaya bisa menjadi pertimbangan saat pembayaran TPP,” ucap Gubernur.

Disamping itu, lanjut dia, setiap OPD juga harus menjalankan absen manual disamping menggunakan absen elektronik, sehingga dapat mengantisipasi ASN yang secara tiba-tiba mendapat perintah dinas luar.

Guna menghindari ada penipuan atau manipulasi data, Gubernur mengaku, akan melakukan pengawan secara berjenjang untuk memeriksa laporan dari absen manual yang disampaikan masing-masing OPD.

Orang nomor satu di jajaran kepemimpinan Pemprov Papua Barat ini menegaskan, jika dalam pemberlakuan TPP masih ada ASN yang menbandel, tidak masuk kantor, malas dan sebagainya, maka akan diberikan sanksi.

“Sanksinya bisa penundaan kenaikan pangkat, pemotongan TPP, penahanan gaji, bahkan bisa dibawah ke Majelis Kode Etik,” tutup Gubernur. [BOM]