Pasific Pos.com
Kota Jayapura

Granat Papua Dukung Berantas Narkoba

Jayapura,- Ketua Gerakan  Nasional Anti Narkoba (Granat)  Provinsi Papua,  Jan Ayomi, S. Sos mendukung  penuh upaya Pemrintah pusat dalam rangka pemberantasan peredaran Narkoba di wilayah NKRI, khususnya di Papua.
 “Sebagaimana pemberitaan yang kita lihat di Televisi, dimana pemerintah pusat secara tegas memberikan hukuman mati kepada beberapa penggedar  narkoba di tingkat nasional. Karena ini adalah agenda pemerintah secara nasional  maka di Papua kami mendukung . Pemerintah daerah di Papua juga harus mengambil langkah-langkah yang tegas dalam  memberikan dukungan kepada Polri dan dukungan kepada Granat, supaya lebih giat dan lebih aktif  dalam pemberantasan narkoba di Papua, “ Jan Ayomi kepada sejumlah wartawan,  Rabu (21/1) di Hotel Sahid Entrop Jayapura.
Menurutnya, peredaran narkoba di Provinsi Papua ini juga sudah sangat tinggi, khususnya Ganja. Ganja ini masuk dari Papua Nugini (PNG). Dan Ganja ini sudah menjadi bahan yang dinikmati oleh generasi muda maupun anak-anak.
 “Jadi harus ada tindakan yang tegas juga di Provinsi Papua.  Saya mendukung seratus persen rencana pemerinmtah untuk berkunjung ke  PT. Freeport  Karena  PT. Freeport adalah  perusahaan internasional  yang beroperasi di Indonesia khususnya di Papua.  Jadi pemeriksaan urine dari pegawai PT. Freeport itu mutlak harus dilaksanakan, “ tegasnya.
Namun menurutnya, pemeriksaan urine itu bukan hanya di PT Freeport aja  tapi semua lembaga yang ada di Provinsi Papua ini  harus di periksa, baik PNS, Anggota DPR, dan TNI/Polri  juga harus periksa urine.  Supaya aparat-aparat negara bebas dari narkoba.
 “Ingat, ini program nasional dan wajib dilaksanakan di semua Provinsi Papua. Yang namanya PNS,  Anggota DPR, TNI/Polri  juga harus lakukan pemeriksaan urine. Sehingga kita bisa  bebas dari narkoba ini. Jadi kami dari Granat Provinsi Papua memberikan dukungan sepenuh serta memberikan apresiasi  pada upaya-upaya pemerintah pusat dalam rangka pemberantasan peredaran Narkoba di Provinsi Papua, “ tegasnya.
Ketika ditanyak, berapa jumlah peredar Ganja setiap tahun di Provinsi Papua, khususnya di Kota Jayapura. Yan Ayomi mengatakan, bahwa pihaknya tidak memiliki data yang lengkap, karena biasanya Granat bekerja sama dengan pihak polisi untuk mengetahui hal-hal tersebut.
“Kami sendiri belum memiliki data-data  lengkap berapa jumlah pengedar Narkoba  yang ada di Jayapura.  Karena Granat lebih fokus pada sosialisasi. Fokus pada penyadaran kepada masyarakat khususnya anak-anak sekolah dan kepada generasi muda, pemuda gereja dan remaja masjid supaya menghindarkan diri dari penggunaan narkoba, “ tutupnya. (Tiara)