Granat dan Amunisi Terkubur Puluhan Tahun Ditemukan di Jayapura

Jayapura – Sekelompok masyarakat pekerja bangunan dikagetkan dengan adanya penemuan sejumlah amunisi dan granat di lokasi yang sedang dikerjakan di kawasan Dok V Atas atau tepatnya di belakang Dapur SPPG Polda Papua, Distrik Jayapura Utara, Senin, 26 Januari 2026.

‎Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 15.30 WIT saat para pekerja bangunan yang sedang melakukan penggalian guna pemasangan pondasi cakar ayam, di sela-sela mengerjakannya.

Salah satu pekerja menemukan tiga kotak peluru logam berisi ratusan amunisi serta dua buah granat pada tempat yang digalinya. Temuan tersebut kemudian dilaporkan ke pihak Kepolisian Sektor Jayapura Utara.

‎Personel piket yang dipimpin oleh Pawas Kanit Samapta Polsek Jayapura Utara Iptu La Jamuali langsung merespon dengan mendatangi lokasi kejadian kemudian segera mengamankan tempat kejadian perkara (TKP), serta berkoordinasi dengan Unit Jibom Gegana Satbrimob Polda Papua untuk penanganan lanjutan.

‎Tim Unit Jibom Gegana Satbrimob Polda Papua yang dipimpin langsung oleh Danden Gegana AKBP Clief Gerald Duwith juga langsung tiba di TKP dan melaksanakan prosedur standar berupa pemindaian (scan), sterilisasi area, serta pengamanan terhadap amunisi dan granat yang ditemukan.

Seluruh rangkaian penanganan selesai pada pukul 18.05 WIT dan barang berbahaya tersebut kemudian dibawa ke Mako Brimob Polda Papua untuk proses pemusnahan.

‎Kapolresta Jayapura Kota, Kombes Pol Fredrickus Maclarimboen menegaskan bahwa langkah cepat dan terukur ini merupakan bentuk kesiapsiagaan Polri dalam menjaga keselamatan masyarakat dan juga atas kesadaran warga yang pertama kali menemukannya.

“Langkah yang tepat bila masyarakat menemukan hal serupa dengan langsung melaporkan kepada pihak Kepolisian,” imbuhnya.

‎“Kami menegaskan bahwa setiap temuan amunisi maupun bahan peledak, sekecil apa pun, harus ditangani secara profesional dan sesuai prosedur.

Dia bilang, seselamatan masyarakat adalah prioritas utama Polri. Kapolresta juga mengapresiasi kewaspadaan para pekerja yang tidak bertindak gegabah dan segera melaporkan kepada pihak kepolisian.

‎Kapolresta menjelaskan bahwa berdasarkan hasil awal, amunisi dan granat tersebut diduga merupakan peninggalan lama yang telah berkarat dan diduga berasal dari masa Perang Dunia II.

Namun demikian, seluruh temuan tetap diperlakukan sebagai benda berbahaya hingga dilakukan pemusnahan secara resmi nantinya oleh unit yang berwenang.

‎‎“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat Kota Jayapura, apabila menemukan benda mencurigakan yang menyerupai amunisi atau bahan peledak, agar tidak menyentuh, memindahkan, atau mencoba membongkarnya. Segera laporkan kepada pihak Kepolisian terdekat agar dapat ditangani dengan aman,” kata Kapolresta.

‎Dengan berakhirnya proses sterilisasi dan pengamanan, situasi di lokasi pembangunan dinyatakan aman dan kondusif.

Polresta Jayapura Kota memastikan akan terus bersinergi dengan seluruh satuan terutama dukungan dan peran aktif masyarakat guna menjamin stabilitas Kamtibmas untuk mewujudkan harkamtibmas yang senantiasa terjaga.

Related posts

MTQ Provinsi se-Tanah Papua di Timika Dipantau Tim Kementerian Agama Pusat

Fani

Momentum Bhayangkara, Kapolda Papua Ajak Personel Polri Refleksi dan Berbenah

Bams

Pasangan Mari-Yo Awali Kampanye Dengan Restu Dewan Adat dan 7 Kepala Suku Yapen

Jems

Danrem 172/PWY Pimpin Sertijab Dandim Sarmi dan Lanny Jaya: Lanjutkan dan Tingkatkan

Fani

Salahmakan Tabuni Ditangkap di Mimika, DPO KKB Kasus Pembakaran Camp PT Unggul

Fani

Legenda Sepak Bola Papua Kunjungi Wagus Hidayat, Bahas Nasib Pesepakbola di Tanah Papua

Bams

Leave a Comment