Pasific Pos.com
Kabupaten Jayapura

Giri : Masyarakat Tidak Boleh Takut Hadapi Perubahan

Dari Peletakan Batu Pertama Pembangunan Perumahan Graha Nendali

 

SENTANI – Masyarakat Kabupaten Jayapura memiliki kesempatan mendapatkan hunian rumah dengan harga yang terjangkau dengan angsuran kurang lebih Rp 1,3 juta perbulan.

Kesempatan masyarakat memiliki rumah di perumahan Graha Nendali City, setelah dilakukannya peletakan batu pertama oleh Wakil Bupati (Wabup) Jayapura, Giri Wijayantoro, Sabtu (10/3/18), yang mana peletakan itu menandai di mulainya pembangunan perumahan oleh PT Sagita Kasih Karunia (SKK).

Perumahan yang berlokasi di wilayah Netar Kampung Nendali, Distrik Sentani Timur tersebut agar menjadi dikenal dan terkenal. Supaya menjadi berkat untuk masyarakat yang ada di Kampung Nendali, juga dapat meningkatkan kesejahteraan, pembangunan serta perekonomian di Kampung Nendali dan Pemerintah Kabupaten Jayapura.

Pembangunan perumahan bersubsidi tersebut dimaksudkan untuk membantu masyarakat Kabupaten Jayapura khususnya bagi kelas menengah bawah. Dimana, subsidi yang digelontorkan PT SKK, dengan memberikan suku bunga yang lebih rendah dibanding suku bunga komersil yang hanya mencapai 5 persen.

Wakil Bupati (Wabup) Jayapura, Giri Wijayantoro mewakili Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, S.E., M.Si, mengatakan pembangunan perumahan tersebut dikelola oleh PT Sagita Kasih Karunia (SKK) yang akan membangun 241 unit perumahan dan 32 unit ruko diatas lahan seluas 4 hektare. Yang mana, dari 241 diantaranya 167 unit merupakan rumah subsidi dan 74 unit rumah non subsidi (komersil).

“Kami dari Pemerintah Kabupaten Jayapura sangat menyambut baik pembangunan rumah bersubsidi Graha Nendali City untuk masyarakat kurang mampu, dan jelas juga dari pemerintah dengan memberikan ijin untuk pembangunan perumahan yang ada di Nendali,” ucapnya.

Giri menjelaskan, pembangunan perumahan ini merupakan satu terobosan yang baik. Artinya, perkembangan kota kearah timur itu sudah semakin nyata dan semakin jelas kelihatan.

“Investor juga sudah berani untuk membangun Kampung Nendali agar wilayah itu lebih ramai dan terkenal lagi. Perekonomian juga akan tumbuh disitu, jadi bukan hanya hunian saja. Tetapi, pasti giat-giat ekonomi akan terjadi di sekitar Kampung Nendali kedepannya,” ungkap Giri.

Giri menyampaikan, ada satu semangat yang baru yakni di wilayah ini yang tadinya hutan, sekarang akan ada pemukiman.

“Artinya, ketika kita bilang memiliki harta tentang tanah, maka peningkatan daripada harta kita itu dari hutan menjadi lahan pertanian menjadi naik nilainya. Setelah lahan pertanian tanah itu naik lagi menjadi lahan hunian, kemudian naik lagi menjadi lahan niaga. Jadi, di tempat-tempat yang berniaga untuk berdagang pasti tanahnya lebih mahal,” paparnya.

Sebab itu, kata Wabup Giri, ketika saat ini kita meletakan satu semangat untuk membangun daerah pemukiman, maka dirinya menitip pesan untuk saudara-saudara kita yang ada disini. Yakni satu Firman yang bisa membuat kaya raya, ‘Jika Mendapat Berkat, Hendaklah Engaku Berkati yang Lain. Supaya Pintu Berkat tidak Tertutup Untukmu’.

“Satu firman dijalankan, artinya ketika kita punya lahan yang seluas ini. Kita berani berkorban yang ada kecil ini, namun yang ada di sebelah sana itu nilainya pasti akan naik atau bertambah. Oleh sebab itu, di sebelah sana yang sekarang ini kita lihat sebagai (lahan) sagu itu pasti mahal, karena ada lahan hunian dan kita juga berani berkorban,” tutur Giri yang di aminkan oleh warga dan tamu undangan yang hadir dalam acara peletakan batu pertama tersebut.

Giri berharap, kepada seluruh pihak yang hadir dalam peletakan batu pertama pembangunan perumahan Graha Nendali City ini, agar tidak takut untuk menghadapi perubahan.

“Saya berharap kepada kita semua yang hadir di tempat ini, bisa menjadi orang yang tidak takut hadapi perubahan. Kita semua sudah sepakat ingin Kabupaten Jayapura ini menjadi kabupaten yang lebih maju dan lebih hebat dari kabupaten yang lain di Papua,” harapnya.

“Karena sudah ada satu modal kita, yakni kita punya bandara dan banggalah terhadap hal itu dan inilah pintu gerbang untuk Papua. Tetapi, kalau kita mampu berpikir untuk lebih maju, mudah-mudahan Kabupaten Jayapura bisa menjadi kabupaten yang lebih mandiri,” tegas Giri Wijayantoro.

Sementara itu, Wansoen Widjaja selaku Direktur Utama (Dirut) PT Sagita Kasih Karunia (SKK) mengatakan, atas kasih karunia Tuhan, pihaknya dapat memiliki lahan dari Ondofolo, Kepala-kepala Suku dan masyarakat adat di Kampung Nendali.

“Kami juga dapat diterima dan menjalin hubungan yang baik dengan masyarakat adat di Kampung Nendali. Sehingga sekarang kami dapat membangun perumahan Graha Nendali City, dengan harapan selanjutnya kami akan membangun ruko-ruko, pusat bisnis dan perhotelan di Kampung Nendali ini,” katanya.

Atas pertolongan daripada Tuhan dan berkat kasih karunia Tuhan, pihaknya ingin merubah Kampung Nendali ini menjadi suatu kota yang damai sejahtera serta sukacita penuh dengan pembangunan.

Sehingga di Nendali ini menjadi dikenal dan terkenal, bahkan kita akan ciptakan Nendali City. Agar masyarakat di Kampung Nendali ini bisa menjadi berkat untuk kita semua, baik masyarakat adatnya maupun bagi pemerintahan Kabupaten Jayapura dan sekitarnya. “Supaya semua dapat ditingkatkan baik kesejahteraan, pembangunan dan perekonomian, sehingga Kampung Nendali ini menjadi berkat untuk daerah Kabupaten Jayapura,” ucapnya.

Wansoen Widjaja menyampaikan, di Kampung Nendali ini pihaknya mulai sejak tahun 1993 dengan lahan 2.000 meter persegi, yang diperoleh dari masyarakat adat melalui Abraham Wally / (Alm) Petrus Wally.

Tidak terasa sekarang tahun 2018, dan sudah 25 tahun sejak 1993. Puji Tuhan atas kasih karunia serta berkat-berkat daripada Tuhan, pihaknya boleh memiliki lahan di Kampung Nendali ini seluas 25 hektar.

“Jadi selama 25 tahun, saya hanya mematangkan dan memagar saja tanah ini, atau masih tanah kosong dan belum ada bangunan. Pada hari ini kita meletakan batu pertama atas pembangunan perumahan Graha Nendali City, sebagai tanda dimulainya pembangunan oleh PT Sagita Kasih Karunia (SKK) di Kampung Nendali,” imbuhnya.

Wansoen mengatakan, sebanyak 59 unit dari 167 unit rumah subsidi yang sudah di pondasi dan siap dibangun. Di atas tanah seluas 4 hektare ini, secara keseluruhan akan dibangun 167 rumah subsidi tipe 36 dengan luas tanah 72 meter dan 74 unit rumah non subsidi (komersil), kemudian 32 unit ruko yang tepat berada di depan Jalan Raya Sentani.

Sejak pematangan dan juga pemagaran tanah, sudah pasti pihaknya selalu melibatkan masyarakat yang ada di Nendali ini. “Kalau dengan adat, seperti dalam sambutan dari Ondo yang diwakili oleh bapa Abner Wally, sejak awal disini kita sudah disambut oleh masyarakat adat, baik Ondo dan kepala suku, bahkan dari awal hingga saat ini hubungan kita semua tetap baik dengan masyarakat adat,” akunya.

“Dengan adanya peletakan batu pertama ini, kita minta dukungan semua pihak untuk kelancaran pembangunan perumahan tersebut. Saya yakin dan percaya semua akan berjalan dengan lancar, karena semua pihak yang terlibat telah hadir baik dari tokoh adat, Ondofolo, kepala-kepala suku, masyarakat adat di Kampung Nendali dan sekitarnya serta pemerintah daerah,” tukasnya.

Untuk diketahui, Pemkab Jayapura melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) telah memberikan Ijin Prinsip, Ijin Lingkungan Hidup dan IMB kepada PT Sagita Kasih Karunia. Serta telah membuat AMDAL, yakni UKL/UPL yang dibantu oleh tim dari Uncen.