Pasific Pos.com
Papua Selatan

Giliran Mahasiswa UNCEN Dapat Motivasi Dari Desainer Internasional

MERAUKE,ARAFURA,-Seperti yang diketahui bahwa Desainer Internasional Shasa Yoan Davies pernah melakukan tatap muka dengan mahasiswa asal Papua yang tengah kuliah di Jakarta beberapa waktu lalu dan disambut positif. Kini sambutan yang sama juga diperoleh di Jayapura ketika Shasa dan Pilotz Band bertatap muka dengan mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) di kampus ternama sekelas UNCEN guna memberikan motivasi tentang minat dan bakat di bidang fashion dan musik beberapa waktu lalu. Jelas saja, sambutan baik itu membuat dirinya begitu tersanjung apalagi ia juga mendapatkan dukungan penuh. Bahkan dijuluki sebagai ‘Srikandi Papua’ yang fokus berkarya di bidang fashion dan tentunya hal ini sangat membanggakan.

Meskipun dirinya mengalami keterlambatan tiba di gedung pertemuan akibat hujan, sama sekali tidak mengurangi antusiasme mahasiswa yang saat itu ingin bertemu langsung dengn sosok desainer asal Kota Rusa itu. Gedung yang digunakanpun cukup padat oleh para mahasiswa yang hadir dan tidak hanya Shasa yang ditunggu namun mereka juga begitu bersemangat untuk melihat langsung sosok idola anak muda saat ini, yakni Group Band Pilotz yang memang digandeng sang desainer untuk berkolaborasi. Kepada ARAFURA News di Butik SDC miliknya belum lama ini, Shasa menyampaikan bahwa mengadakan pertemuan dengan para mahasiswa di kampus-kampus memang akan menjadi salah satu agendanya saat melakukan road show fashion show akbar ke sejumlah daerah di Papua dan Papua Barat dalam waktu dekat.

Oleh sebab itu dirinya benar-benar total dan begitu terbuka memberikan motivasi kepada mahasiswa tentang kisah hidupnya yang berawal dari orang susah namun bisa menjelma menjadi sosok wanita sukses seperti sekarang. Dengan akrab Shasa juga memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk bertanya langsung terkait dengan beberapa hal penting khususnya kunci kesuksesannya. Menurut Shasa, kedatangan dirinya ke Papua adalah untuk memberikan sesuatu yang berbeda dimana apa yang ada pada dirinya berusaha ia berikan kepada masyarakat dengan ikhlas. “Sambutan positif dari adik-adik FKM UNCEN memberikan saya sebuah kekuatan untuk terus berjuang melakukan yang terbaik bagi Papua. Saya tidak menyangka bisa menyambangi sebuah universitas dengan brand ternama seperti UNCEN dan tampil di hadapan mahasiswanya untuk memberikan motivasi.

Jelas ini merupakan satu kebanggaan tersendiri bagi saya sebagai seorang desainer internasional,”terang Shasa.
Ia menegaskan bahwa semua yang sudah ia lakukan murni hanya untuk membangun Papua di bidang fashion dan sama sekali tidak ada tujuan lain, terlebih terkait politik. Dirinya sudah sangat bahagia dengan keadaan dirinya sekarang dan akan terus menjadi inspirasi bagi banyak orang di Papua yang masih membutuhkan perhatian dari orang-orang yang sudah memiliki talenta khusus di negeri orang. Dalam pertemuan dengan mahasiswa FKM UNCEN, banyak hal yang akhirnya Shasa ketahui bahwa sebenarnya ia begitu dinantikan bahkan tidak sedikit yang ingin diajak bekerja sama menjadi model olehnya.

Usulan dan masukan-masukan positif banyak disampaikan oleh mahasiswa dan sebagai seorang desainer Shasa merasa bangga karena mahasiswa-mahasiswa tersebut memiliki kemauan dan minat dalam dunia fashion show namun belum memiliki wadah yang tepat saja. Besar harapan apa yang dilakukan Shasa akan terus berlanjut dan diharapkan dapat bekerja sama dengan pihak pemerintah ke depan nanti. “Untuk soal kerja sama ini saya tetap bersikap terbuka sepanjang tidak meminta dana dari pemerintah. Saya siap membantu, yang penting beri kebebasan dan kepercayaan kepada saya dan biarkan saya melakukan tanggung jawab saya,”terang mantan pramugari ini.
Shasa juga menekankan agar mahasiswa yang memiliki talenta tidak perlu malu jika ingin melakukan sesuatu namun harus percaya diri. Tidak cukup hanya berharap dan berdoa saja tetapi juga harus berusaha agar apa yang dicita-citakan dapat tercapai. Faktor edukasi tetap nomor satu dan mahasiswa harus fokus kuliah serta menjadi diri sendiri, bukan sekedar ikut-ikutan. Sebab pada akhirnya mereka sendiri akan diliputi rasa bingung karena setelah lulus kuliah tidak tahu apa yang akan dilakukan.

Sedangkan terkait dengan Pilotz Band, Shasa mengakui group band ibu kota itu juga sangat terkesan dengan Kota Jayapura dan begitu antusias bisa menjadi artis yang digandeng olehnya untuk bersama-sama mensukseskan road show di Papua. “Jadi kita saling mempelajari dan melengkapi dimana tim saya dan Pilotz benar-benar solid terlebih karena kita memiliki latar belakang kehidupan yang sama. Tidak heran Shasa-Pilotz bisa cocok dan akan terus berkolaborasi di acara-acara selanjutnya. Bahkan ada rencana untuk membuat video clip di Papua dengan tujuan untuk mengeksplore dan memajukan Papua di dunia musik Indonesia,”jelas desainer yang dikenal ramah ini.

Sementara itu Penasehat Shasa, Maria J.Hukubun menambahkan bahwa menjadi sebuah kebanggaan menyaksikan antusiasme mahasiswa yang begitu besar terhadap sosok seorang Shasa Yoan Davies. Terlebih adanya harapan agar pemerintah dapat melihat apa yang telah dilakukan Shasa dan satu waktu bisa bekerja sama. Hal ini juga untuk menunjukkan bahwa Papua juga sudah memiliki desainer handal dan mampu memberikan insipirasi bagi banyak orang khususnya bagi mereka yang ingin menjadi seorang desainer dan model. Pada dasarnya ada bakat yang terpendam dalam diri mereka dan di saat Shasa datang maka besar harapan untuk ke depan pemerintah bisa melihat itu. Apakah bentuknya dalam sebuah kerja sama khusus atau mengadakan pelatihan-pelatihan khusus kepada masyarakat bagaimana bisa menjadi desainer dan model profesional.