Pasific Pos.com
Papua Selatan

Gempa di PNG Berdampak Hingga Lima Distrik di Boven

Jayapura, – Sebanyak lima distrik yang berada di di kabupaten Boven Digoel terkena dampak dari gempa bermagnitudo 7,5 yang bersumber dari pusat gempa yang ada di negara Papua Nugini pada Senin (26/2/18) lalu. Namun dalam musiba yang terjadi dini hari itu, tidak ada korban jiwa maupaun korban luka-luka.

Sementara data yang dihimpun menyebutkan sedikitnya ada 13 unit bangunan yang mengalami kerusakan, yakni sembilan unit rumah warga dan empat unit bangunan fasilitas public sepeti masjid, sekolah dasar, puskesmas dan bangunan penampung air milik Perusahaan Daerah Air Minum setempat.

Komandan Distrik Milik Militer 1711/Boven Digoel Letnan Kolonel Inf Chandra Kurniawan saat dihubungi dari Jayapura pada Selasa (27/2/18) mengatakan, lima distrik yang terkena dampak gempa di Papua Nugini adalah, Mindiptanah, Waropko, Arimob, Kombut dan Ninati.

Kelima distrik yang berada di area terdekat dengan wilayah perbatasan Boven Digoel dan negara PNG. Diketahui gempa yang terjadi di darat ini pada koordinat episenter 6,10 Lintang Selatan dan 142,70 Bujur Timur pada kedalaman 17 kilometer. Tepatnya berlokasi di darat pada jarak 266 kilometer dari arah Tenggara Boven Digoel.

“Kami telah menggerahkan seluruh Bintara Pembina Desa (Babinsa) untuk membantu warga membersihkan puing-puing bangunan yang mengalami kerusakan karena gempa. Saat ini tim telah diterjunkan ke lima distrik ini,” kata Chandra.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Papua Welliam Manderi mengatakan, Pemkab Boven Digoel hingga kini terus berkoordinasi untuk mencatat bangunan milik warga yang mengalami kerusakan pasca gempa. Kemudian Pemkab Boven Digoel akan menyerahkan data tersebut ke BPBD Provinsi Papua.

“Saat ini Dinas Sosial Pemkab Boven Digoel yang akan menerjunkan bantuan kepada para warga yang rumahnya mengalami kerusakan. Sebab, belum ada instansi BPBD yang berada di sana. Kami akan berupaya menyampaikan data dari Pemkab Boven Digoel agar ditindaklanjuti oleh pemerintah pusat,”tutur Welliam.