Pasific Pos.com
Papua Selatan

Gelar Workshop, Hadirkan Budayawan Marind

MERAUKE,ARAFURA,-Dekan FKIP UNMUS, Drs.Lay Riwu, M.Hum Jumat lalu membuka secara resmi pelaksanaan FGD dan workshop pengembangan bahan ajar mata kuliah pendidikan anti korupsi berbasis lembaga adat oleh tim pelaksana hibah general education dipusatkan di ruang Dekan FKIP. Dalam sambutannya ia menyampaikan bahwa kegiatan tersebut sudah berlangsung beberapa tahap dan kali ini memasuki tahapan selanjutnya yaitu pelaksanaan FGD dengan melibatkan budayawan asli dari daerah ini. Oleh sebab itu pihak kampus telah menghadirkan secara khusus sosok budayawan Isaias Y.Ndiken guna memberikan materi dan pemahaman-pemahaman terkait dengan mata kuliah anti korupsi dan budaya yang bersangkutan.

“Kami sangat membutuhkan arahan dan tuntunan untuk peningkatan wawasan kepada teman-teman kami yang nantinya akan berperan dalam proses pembentukan karakter mahasiswa lewat pendidikan anti korupsi yang berkaitan dengan budaya Marind,”jelas Lay. Ia juga berharap kepada seluruh peserta workshop agar dapat mencermati dengan baik materi-materi yang disampaikan sehingga saat menyusun bahan ajar nanti benar-benar dapat diterima oleh para mahasiswa.

Selain itu bahan ajar yang disusun nanti diharapkan juga mampu membekali mahasiswa dengan karakter yang betul-betul berbudaya sehingga ketika mereka kembali ke masyarakat dapat mengaplikasikannya, terutama mengimplementasikannya dalam kehidupan berbangsa dan bermasyarakat. Sementara itu Supriyadi selaku moderator menyampaikan bahwa kegiatan yang dilaksanakan terdiri dari dua jenis, yakni FGD dan workshop. Diharapkan dengan pelaksanaan dua kegiatan tersebut dapat diperoleh kesamaan persepsi pasca diadakan kunjungan ke pihak LMA beberapa waktu lalu.

Oleh sebab itu hasil kunjungan tersebut selanjutnya dibahas pada kegiatan kali ini agar dapat diketahui secara pasti apakah hasil yang diperoleh memang dapat diintegrasikan ke dalam modul perangkat pembelajaran. “Selanjutnya akan ada workshop penyusunan perangkat pembelajaran dalam hal ini modul pembelajaran. Diharapkan hasil diskusi dari FGD itu nantinya dapat diintegrasikan ke dalam modul yang disusun. Beberapa penerbit sudah dihubungi dan target akhirnya akan ada sosialisasi kepada setiap jurusan untuk menginformasikan bahwa modul tersebut nanti akan diterapkan di Unmus,”jelas Supriyadi.