Pasific Pos.com
Papua Selatan

Garda Terdepan, Distrik Muting Harus ‘Diperkuat’

MERAUKE,ARAFURA,- Kementerian Pertahanan (Kemenhan) menggelar bhakti sosial berupa pengobatan masal dan penyuluhan hukum yang melibatkan unsur TNI dan sipil di Distrik Muting, Kabupaten Merauke, Kamis (12/7). Kegiatan bertujuan untuk memberikan bantuan kesehatan berupa pengobatan massal kepada masyarakat, meningkatkan pengetahuan tentang hukum sehingga diharapkan dapat menciptakan persatuan dan kesatuan bangsa.

Selain itu, kegiatan ini juga dimaksudkan untuk menggalang keterpaduan, sinergi program lintas kementerian atau lembaga dan daerah dalam rangka pelaksanaan pembangunan serta mewujudkan kesejahteraan rakyat secara berkelanjutan. Direktur Kesehatan Ditjen Kuathan Kementerian Pertahanan RI, Laksamana Pertama TNI dr. Arie Zakaria, SpOT, FICS mengatakan Distrik Muting merupakan bagian integral dari NKRI yang tak terpisahkan sehingga harus terus didukung didalam pembangunannya mulai dari pemerintah daerah hingga pemerintah pusat.

“Perbatasan bukan daerah tertinggal tetapi daerah terdepan. Karena itu, infrastruktur diperkuat. Salah satu menjadi konsep kami adalah pendidikan dan kesehatan karena banyak masyarakat mengeluhkan hal itu,” tuturnya di Kantor Distrik Muting, Kamis (12/7).

Kementerian Pertahanan mempunyai perhatian yang cukup besar terhadap Distrik Muting, karena merupakan salah satu daerah terdepan bangsa yang menjadi salah satu pintu gerbang masuk ke wilayah NKRI. Sebagai garda terdepan bangsa maka Distrik Muting harus mempunyai keunggulan dibanding dengan negara tetangga. “Untuk menciptakan keunggulan diperlukan langkah kongrit dan berkesinambungan dari berbagai bidang, agar berpartisipasi aktif dalam memberikan yang terbaik bagi Distrik Muting,”ujarnya.

Salah satu kegiatan Kemenhan adalah kegiatan Pengamanan dan Pemberdayaan Wilayah Pertahanan (PPWP) di perbatasan negara yang berupa melaksanakan bantuan kesehatan dan penyuluhan hukum. Dilaksanakan juga pengobatan gratis, pemberian bahan kontak dan alat kesehatan.