Pasific Pos.com
Kabupaten Jayapura

Ganti Rugi Lahan Bongkrang-Depapre Pekan Depan

Jayapura,- Kepala Dinas PU dan Penataan Ruang Provinsi Papua, Djuli Mambaya menegaskan, mulai pekan depan pembayaran ganti rugi lahan yang dipakai untuk proyek jalan Bongkrang-Depapre Kabupaten Jayapura.

Menurutnya, ada anggaran sebesar Rp 10 miliar yang telah siap untuk dibayar ganti ruginya kepada pemilik lahan.

“Pekan depan, kita sudah bisa bayar. Itu dilakukan jika sudah tidak asa masalah lagi,” katanya.

Untuk itu, pihaknya telah dirapatkan bersama Komisi I dan IV DPR Papua, dan telah disepakati. “Sebenarnya pembayaran ini sudah mau dibayarkan pada Desember 2017, hanya tidak ada kesepakatan antara pemilik hak ulayat sehingga kami sepakat tidak dibayarkan,” kata Djuli kepada wartawan, di Jayapura, Jumat (23/2/2018).

Terkait hal ini, pihaknya sudah diperiksa oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), karena potensi temuan. Akan tetapi dirinya menyampaikan, dana sebesar Rp 10 miliar itu masih berada di safety box Bank Papua.

“Atas laporan itu BPK sudah datang memeriksa serta hitung setiap lembar uang yang ada dan masih lengkap sesuai dengan rencana. Jadi uanganya masih utuh,” ujarnya.

Untuk itu, dalam rapat bersama DPRP telah disepakati, pembayaran ganti rugi lahan akan dilakukan pada Senin (26/2/2018) sampai dengan Rabu (28/2/2018).

“Kalau sampai dengan 28 Februari tidak ada kesepakatan antara pemilik ulayat, maka kami akan mengembalikan dana tersebut ke kas daerah,” kata dia.

Pejabat Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) kegiatan pembahasan jalan Bongkrang-Depapre, Edi menjelaskan total panjang jalan yang akan dibangun 20.5 kilometer dengan lebar 20 meter.

Di dalam dokumen memang soal pembanguan jalan Bongkrang-Depapre, tapi dalam rapat bersama Dinas PU dan DPRP, hanya dua kampung saja, yakni Maribu dan Maibro.

“Ini merupakan pembayaran tahap ke-IV sebesar Rp 10 miliar, hanya dua kampung sesuai keputusan rapat tadi,” kata Edi.