Pasific Pos.com
Papua Selatan

Galang Gerakan Buka Jendela Dunia Di Tanah Anim Ha

MERAUKE,ARAFURA,-Wakil Kepala Sekolah SMP IT Ibnu Sina Merauke, Alif Friendy Kurniawan, A.Md mengemukakan bahwa di tahun ajaran ini pihaknya menyempatkan diri untuk melakukan kunjungan ke beberapa tempat di daerah Depok, Jakarta, Bogor dan Yogyakarta demi bertemu dengan rekan-rekan sesama yang peduli dan sangat fokus di bidang pendidikan, baik kalangan praktisi, psikolog maupun pengamat pendidikan. Pertemuan tersebut menghasilkan banyak hal positif khususnya untuk pengembangan pendidikan di Kota Merauke. Sebagai pilot projectnya atau pioneer memang akan dicoba digagas di SMP IT Ibnu Sina dan SD IT Lukman Hakim. Salah satunya ketika pihaknya bertemu dengan sejumlah rekan dari Kampus Politeknik UI guna menggalang gerakan bertajuk ‘Buka Jendela Dunia Di Tanah Anim Ha’.

Gerakan ini mampu menarik perhatian sejumlah pihak relawan dan donatur, baik dari penerbit yang menyumbangkan buku cukup banyak dan sejumlah sekolah yang turut berdonasi dalam bentuk buku dan alat peraga. Tujuan pemberian buku untuk mengupdate literasi anak-anak Indonesia tentunya dan akan berjalan secara berkelanjutan. “Kita sudah komit dan melakukan perjanjian kerja sama dengan teman-teman di sana untuk terus menggalakkan donasi buku. Namun untuk buku sementara kita close dulu bulan ini dan akan lebih fokus pada alat peraga yang memang masih sangat dibutuhkan sekolah,”terang Alif kepada ARAFURA News di SMP IT Ibnu Sina, Kamis (12/7).

Lebih lanjut ia menjelaskan, untuk alat peraga memang jumlahnya sangat terbatas dan tidak mudah diperoleh di daerah ini oleh sebab itu pihaknya mencoba menjalin komunikasi dengan donatur dari daerah Jawa untuk bisa membantu. Tidak hanya siap untuk mengirimkan alat peraga saja namun pihak donatur juga siap menanggung ongkos pengiriman ke Merauke.

Bahkan diharapkan para guru dari kedua sekolah ini suatu saat bisa melakukan studi banding ke daerah Jawa sehingga informasi dan wawasan dapat terus diupdate. Selanjutnya guru yang bersangkutan saat kembali ke Merauke dapat mengimplementasikan ilmu yang sudah diperoleh kepada anak didik. Atau bisa juga sebaliknya, dengan bantuan donatur yang ada pihaknya dapat menghadirkan narasumber dari luar untuk mentraining para guru, tidak hanya guru di kedua sekolah ini tetapi juga sekolah lainnya. Langkah ini memang hanya diperuntukkan untuk Merauke mengingat untuk wilayah Papua di tingkat atas cenderung sudah tercover dalam hal fasilitas. “Namun jika bandingkan dengan kita di Merauke jelas berbeda sekali. Tidak hanya segi geografis, dari segi UMP saja sudah sangat jauh sehingga saya coba menarik teman dari luar untuk melakukan pengembangan di Merauke,”pungkasnya.