Pasific Pos.com
Olahraga

Gala Dinner Pangdam Cenderawasih dan Tim Sepak Bola PON Papua dan Jawa Timur

Gala Dinner Pangdam Cenderawasih

Jayapura – Pangdam Mayor Jenderal TNI Herman Asaribab menjamu Tim sepak bola PON Papua dan tim sepak bola Jawa Timur dengan menggelar acara Gala Dinner atau makan malam di gedung Fitness Center 88 Kodam XVII/Cenderawasih, Minggu (18/10/2020) malam.

Acara jamuan makan malam tersebut turut dihadiri oleh segenap pejabat Kodam Cenderawasih, Sekum Koni Papua Kenius Kogoya, Ketua Asprov PSSI Papua, Benhur Tomi Mano, pelatih, official dan tim sepak bola PON Papua, Perwakilan PSSI dan Koni Jawa Timur serta pelatih dan tim sepak bola PON Jawa Timur.

Pangdam Mayor Jenderal TNI Herman Asaribab menyampaikan pengalamannya saat bertugas di Jawa Timur dan tergabung dan tim sepak bola PSAD, dan karakter kepemimpinan saya sebagai anggota TNI terbentuk di Jawa Timur. “Saya memulai karier sepak bola di Jawa Timur di Kediri, kemudian masuk tim PSAD Kodam V Brawijaya,” ujarnya.

Setelah pindah tugas ke Papua, sempat membentuk tim PSAD tetapi ketika kembali bertugas ke pulau Jawa, tim tersebut bubar. Tetapi, karena cinta dengan sepak bola, katanya, motode pembinaan sepak bola usia dini menjadi fokusnya, sehingga anak-anak umur 12 hingga 14 tahun lebih mudah membentuk karakternya.

“kalau sejak usia dini karakter dan disiplinnya bagus, maka pada lever senior, dan saya lakukan aturan sepak bola lebih tegas dari aturan yang berlaku pada FIFA,” tegasnya.

Lebih lanjut, Herman menegaskan tim sepak Bola Persipura Jayapura yang sudah menjuarai liga Indonesia sebanyak empat kali, tetapi belum bisa akademi sepak bola.

Bahkan, di Papua lebih banyak Sekolah Sepak Bola (SSB) tetapi tidak terintegrasi dengan sekolahnya, sehingga banyak anak Papua yang bagus bermain bola tetapi tidak bisa keluar ke pulau Jawa bahkan ke luar negeri.

“Saya sudah memulai pembinaan usia dini dan berkolaborasi dengan Bupati Jayapura, dan membentuk sekolah sepak bola, karena mimpi saya kalau di sumatera bisa buat sekolah unggulan, kenapa Papua tidak bisa buat sekolah spesifik khusus sepak bola” katanya

Pada kesempatan itu, Pangdam menyampaikan selamat datang kepada tim Jawa Timur di Jayapura. Jawa Timur juga adalah rumah kedua saya, selamat menikmati berbagai ragam budaya yang ada di Papua.

“Kita semua adalah saudara, Indonesia adalah rumah kita bersama, sehingga wajib kita pelihara dengan sebaik-baiknya,” tuturnya.

Pelatih sepak bola PON Jawa Timur, Rudi Keltjes, menyampikan terima kasih kepada Pangdam Cenderawasih dan jajajaranya, Koni Papua, Asprov PSSI Papua yang sudah menjamu makan malam tim Jawa Timur.

“Sepak bola sebagai hiburan masyarakat, sepak bola juga menjadi alat pemersatu bangsa. Untuk itu, atas nama tim sepak bola Jawa Timur kami mengucapkan banyak terima kasih,” ucap mantan pelatih Persipura Jayapura itu.

Sementara itu, Sekum KONI Papua, Kenius Kogoya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada tim sepak bola Jawa Timur yang sudah penuhi undangan kami untuk bertanding pada peresmian stadion Papua Bangkit dan venue PON lainnya, 23 Oktober 2020 mendatang.

Kenius mengaku, keberadaan tim sepak bola Jawa Timur di Jayapura saat ini, banyak tim sepak bola PON dari provinsi lain bertanya-tanya, ada apa antara Papua dan Jawa Timur.

Jadi, saya imbau kepada tim sepak bola PON dari provinsi lain jangan dulu curiga kami yang macam-macam, ini hanya laga uji coba,”pungkasnya.

Lanjutnya, selain menjadi ajang kompetisi olahraga yang dapat membuktikan talenta-talenta terbaik olah raga Papua, pelaksanaan PON di Papua ini juga dinilai mampu mendongkrak destinasi wisata dan roda perekonomian warga Papua. Sehingga menjadi momentum kebanggaan pembangunan untuk Papua.

Menurutnya dalam mensukseskan PON Papua diperlukan keseriusan dan kesadaran seluruh anak bangsa untuk bersatu membangun optimisme mendukung dan mensukseskan pesta olahraga terbesar Tanah Air tersebut demi persatuan dan kemajuan bangsa.

Dirinya pun juga optimis, pelaksanaan PON Papua ini akan memberikan perubahan signifikan untuk Tanah Papua. Sehingga bumi cendrawasih tidak lagi di pandang sebelah mata dan dunia harus mengakui bahwa Indonesia bangsa dan Papua sudah sangat maju.

Artikel Terkait

Nama dan Logo Club Sepak Bola Toli FC Resmi Dilaunching

Jems

Theofilo Numberi Gabung Timnas U-19

Bams

Sepak Bola PON Dilarang Berlatih di Lapangan Argapura

Bams