Pasific Pos.com
Papua Tengah

Gaji Guru SMA/SMK Tak Jelas ,Maka KJ Pula Dana Ujian

NABIRE – Hingga kini memasuki bulan kedua para Guru SMA dan SMK yang ada di Kabupaten Nabire bersama tenaga kependidikan tidak menerima gaji setelah status Aparatur Sipil Negara (ASN) dari kabupaten dipindahkan ke provinsi terhitung bulan Januari 2018, sementara kegiatan tahapan ujian akhir tahun pelajaran juga sudah diambang pintu seiring berjalannya waktu.

Dimana, kita ketahui untuk jenjang pendidikan SMK atau kejuruan yang masuk sebagai sekolah peserta Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) telah melaksanakan atau mengikuti kegiatan tahapan simulasi tahap kedua, sedangkan bagi SMA yang masuk atau peserta UNBK juga kini sedang mengikuti Simulasi UNBK tahap kedua yang telah berakhir tanggal 8 Februari 2018.

Dan untuk sekolah SMK dijadwalkan pada pekan depan atau minggu depan akan melaksanakan kegiatan ujian produktif di masing-masing jurusan yang ada di sekolah, sementara pihak sekolah mulai bingung mulai mencari jalan atau solusi untuk mendapatkan dana guna menunjang semua kegiatan /tahapan ujian dimaksud.

Demikian dikatakan Kepala SMK N 3 Nabire Yulianus Pasang, S.Pd.,M,Pd, via telepon genggamnya Rabu (7/2) seraya menambahkan, hingga kini belum ada satupun dana yang turun dari pemerintah untuk membiayai semua tahapan ujian dan dana rutin sekolah yang biasanya ada hingga kini juga belum ada kabarnya.

“Sehingga membuat kami para guru mulai pusing dengan beban yang sangat berat, dimana kami guru melaksanakan tugas yang mulia ini dengan berat hati dan masalah guru mengajar tanpa makan, karena hingga kini memasuki bulan kedua para guru SMA dan SMK tidak menerima gaji dan jatah beras yang merupakan hak kami selaku ASN,” ucapnya.

Menurutnya, jika pemerintah tidak bertanggung jawab atas gaji dan jatah para guru SMA dan SMK yang ada di daerah ini, bisa saja para guru meninggalkan tugas dan beralih profesi guna menjawab kebutuhan rumah tangga. Sebab kemanapun kita berbicara dan bekerja yang lebih giat atau kuat asal perut telah diisi, maka semua tugas dan tanggung jawab akan berjalan aman dan lancar.

Untuk itu, kepada pihak-pihak berkompeten dan bertanggung jawab atas nasib gaji dan beras jatah para guru SMA dan SMK diminta untuk tidak diam diri, tetapi harus menjelaskan kepada para guru SMA dan SMK soal adanya keterlambatan pembayaran gaji guru yang hingga kini memasuki bulan kedua.(des)