Pasific Pos.com
Papua Selatan

Gabungan Alumni Turut Lestarikan Kuliner Daerah

MERAUKE, ARAFURA,-Seperti yang diketahui bahwa di Kabupaten Merauke cukup banyak warga perantau dari berbagai daerah di seluruh Indonesia. Warga perantau ini hidup rukun berdampingan dengan masyarakat asli hingga sekarang. Berbagai momen penting sering digelar sambil menunjukkan kebudayaan asli dari masing-masing daerah. Dengan begitu mereka dapat dikenal melalui ciri khas daerah yang ditonjolkan.

Tidak ketinggalan untuk perihal kuliner, di Merauke sangat kaya olahan menu dari berbagai daerah. Tidak sedikit restoran maupun warung makan warga perantau sukses dibuka dan diminati oleh masyarakat. Kuliner perantau dapat diterima lidah masyarakat berdampingan dengan olahan khas lokal yang juga tidak kalah lezat. Warga perantau asal Makassar yang sudah puluhan tahun menetap di Kota Rusa juga tidak melupakan kuliner khasnya di berbagai kesempatan.

Seperti yang dilakukan oleh gabungan alumni dari SMANDA angkatan 1998 yang juga menggandeng beberapa alumni SD Yapis angkatan 1992 serta alumni SMP Yapis dan SMPN 1 angkatan 1995 beberapa waktu lalu. Saat menggelar reunian di salah satu kediaman alumni di kawasan pantai Lampu Satu, gabungan alumni ini secara khusus mempraktekkan cara memasak makanan khas Makassar yakni barobo.

Olahan bubur dari jagung lengkap dengan sayuran, ikan serta berbagai bahan pelengkap lainnya memang sudah sangat terkenal dan cukup membangkitkan selera. “Seperti yang diketahui bahwa kawasan Lampu Satu banyak didiami oleh warga asal Sulawesi Selatan sehingga aneka kuliner khas daerah tersebut juga cukup dominan. Meskipun tidak semua alumni berasal dari Makassar namun sangat antusias memasak kuliner yang satu ini,”terang Rosifa, salah seorang alumni SD Yapis angkatan 1992 kepada ARAFURA News.

Ke depan, pada acara reuni yang akan datang telah direncanakan untuk mempraktekkan menu khas dari daerah lainnya. Alumni lainnya dari SMANDA 98, Sukri menambahkan bahwa dengan praktek memasak makanan khas daerah tidak hanya bermanfaat untuk melestarikan kuliner nusantara saja. Akan tetapi dapat menambah wawasan tentang cara memasak makanan asli Indonesia yang bisa ditularkan kepada orang lain.

Hal senada juga disampaikan Hasanudin yang merupakan alumni SMP Yapis angkatan 1995 bahwa ajang kumpul-kumpul sebaiknya bermanfaat dan mengisinya dengan belajar masakan daerah sangat tepat. Sebagai alumni berdarah Sulawesi Selatan, ia merasa perlu untuk ikut melestarikan kuliner nusantara. Bahkan tidak hanya dari daerah asalnya saja tetapi perlu juga mengenal kuliner dari daerah-daerah yang lain.