Pasific Pos.com
Papua Selatan

Felix : Pencegahan Harus Diutamakan

MERAUKE,ARAFURA,- Upaya penanganan pelanggaran Pemilu, yang sebenarnya yang harus diutamakan adalah pencegahan sebelum penanganan pelanggaran dilakukan. Pelanggaran Pemilu adalah suatu tindakan atau perbuatan yang bertentangan dengan aturan atau ketentuan perundang-undangan yang berlaku dalam penyelenggaraan Pemilu.

Hal itu dikemukakan Anggota Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Merauke Devisi Hukum dan Penindakan Pelanggaran Pemilu, Felix Tetol, saat memberikan materi pada kegiatan Lapra Ops Mantap Praja 2018 di Aula Mapolres Merauke, Kamis (8/3). Dikatakan, ada beberapa jenis pelanggaran Pemilu yakni pelanggaran administrasi, pelanggaran pidana Pemilu dan pelanggaran kode etik.

Khusus untuk kampanye di media sosial, menurutnya, itu harus menggunakan akun resmi dan dilaporkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU). Jika tidak, maka itu bisa masuk kategori pelanggaran Pemilu dan ini yang harus juga dipahami oleh para tim sukses dari masing-masing pasangan calon.

Sementara itu, Kapolres Merauke, AKBP Bahara Marpaung,SH menekankan kepada semua pihak baik penyelenggara, sentra Gakumdu maupun pihak keamanan dalam hal ini Polri yang dibantu TNI diharapkan benar-benar memahami tugas pokok dan fungsinya masing-masing. Dengan begitu, maka tugas untuk melaksanakan serta ‘mengawal’ pesta demokrasi pemilihan gubernur dan wakil Gubernur Papua dalam dilaksanakan dengan baik.

“Sukses tidaknya (Pemilu,red) ini, yang pertama dan yang paling utama adalah rekan-rekan kita dari penyelenggara yaitu KPU. Karena itu, KPU harus bisa melaksanakan tugasnya dengan baik, dengan profesional sesuai SOP yang ada,”ungkap Kapolres.

Kapolres yakin untuk tugas pengawasan bisa dilaksanakan dengan baik oleh Panwaslu bersama-sama dengan sentra Gakumdu. Selain, Kapolres juga mengingatkan kepada semua pihak yang diberikan tanggungjawab oleh negara untuk mengawal pesta demokrasi ini supaya tetap menjaga netralitas di semua tahapan yang ada.