Pasific Pos.com
Kota Jayapura

Fachrudin : Saya Akan Ambil Langkah Strategis

JAYAPURA, – Setelah dilantik menjadi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura Rabu (28/1/18), DR. Fachrudin Passolo M.si menegaskan akan melakukan langkah-langkah strategis untuk membenahi pendidikan di kota Jayapura.

“Yang jelas yang pertama saya harus lakukan konsolidasi dulu dengan staf di dalam. Saya harus sampaikan kepada mereka, mereka harus pahami tupoksi masing-masing, itu yang pertama, jadi saya kendalikan dulu manajemen internal di dalam,” ujar Fachrudin Pasollo kepada wartawan Kamis (1/2/18), di Kantor Walikota Jayapura usai mengikuti acara Ijab Qobul dan Isbat Massal bagi umat Muslim di Gedung Sian Soor Kota Jayapura.

Dikatakan selain melakukan konsolidasi, ia juga akan meminta para Kabid, Kasubag, dan juga staf yang merupakan tenaga kependidikan agar mempunyai data base yang tentang murid karena hal tersebut sangat penting.

“Mereka itu harus punya database yang tentang murid, guru, tentang sarana infrastruktur sekolah. Setelah itu kita harus melakukan mendiagnosis lagi kompetensi guru sesuai dengan bidang studi supaya kita melihat rasionya kemudian kepala kepala sekolah itu dia harus jadi Manager di sekolah ” katanya.

Ia mengatakan Kota Jayapura merupakan barometer pendidikan, dan selama kepemimpinan Walikota Jayapura BTM periode pertama menunjukkan trend yang sangat baik.

Dimana hal tersebut berkaitan dengan indikator pengukuran pendidikan mulai dari jumlah siswa, jumlah angka melek huruf, angka kelulusan dan seberapa besar daya terserap di pendidikan berikutnya.

“Kalau dari sisi indikator kualitas pendidikan di Jayapura selama kepemimpinan Walikota 5 tahun itu sudah bagus di IPM itu 78 koma 16 indikator pendidikan di dalam IPM itu lama sekolah dan melek huruf itu kita diatas 100 jadi itu artinya bahwa kita baik kelulusan 100% itu adalah indikator-indikator pendidikan daya serap juga bagus” ungkapnya.

Selaku pimpinan yang baru, Pasollo juga tak menginginkan ada jarak antara Kepala Dinas, para staf dan juga para guru mulai dari tingkat PAUD, SD dan SMP.

“Kalau saya tidak boleh ada jarak dengan mereka saya harus berada di tengah-tengah mereka supaya saya bisa melihat secara langsung kondisi sekolah masing-masing.

Mantan Kepala Badan Pendapatan Daerah itu menegaskan akan memperhatikan masalah-masalah guru yakni sertifikasi, pungli, termasuk hak-hak guru.

“Saya akan prioritaskan masalah sertifikasi, kenaikan pangkat. Saya benahi masalah internal di dalam dulu, sesuai dengan kewajiban ASN yang memberikan pelayanan dalam pendidikan harus disiplin” ujarnya.