Pasific Pos.com
Papua Barat

Empat 4 Kopel Bangunan di jalan Percetakan Diminta Dibongkar

Manokwari, TP – Lahan milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manokwari yang berada di Jl. Percetakan Sanggeng, tepatnya di Belakang Golkar diduga diserobot orang untuk mendirikan bangunan usaha.

Sebanyak 4 kopel bangunan yakni 3 rumah makan dan satu tempat potong rambut diketahui berdiri di atas tanah milik Pemkab Manokwari setelah Bupati Manokwari Demas P. Mandacan meninjau lokasi tersebut, Jumat (2/3).

Dari pantauan Tabura Pos, Bupati didampingi Sekda Manokwari, F. M. Lalenoh dan beberapa pimpinan OPD mendatangi satu persatu pemilik lapak dan menyampaikan bahwa tanah itu milik Pemkab, sehingga sewaktu waktu harus dibongkar.

Tampak raut wajah para pemilik lapak kebingungan, karena orang nomor satu di Kabupaten Manokwari itu datang dan menyampaikan harus dibongkar.

Kepada wartawan setelah peninjauan lokasi Mandacan mengatakan, akan mengirim surat secara resmi kepada oknum yang mendirikan bangunan untuk membongkarnya, karena bangunan tersebut berdiri di atas tanah Pemkab.

“Kami akan kirim surat kepada yang membangun, karena mereka ini hanya sewa. Kita akan kirim surat sampai tiga kali, kalau sampai tiga kali tidak respon, saya akan turun bongkar,” kata Mandacan.

Mandacan menilai, pembangunan 4 kopel tersebut menyalahi aturan. Selain menyalahi tata ruang kota, berdirinya 4 bangunan tanpa izin Pemkab.

“Saya sudah tahu orang yang bangun, tapi lupa namanya. Kita akan kirim surat, karena ini menyalahi aturan,” jelas Mndacan.

Kepala Bagian Pemerintahan dan Otonomi Daerah (PemOtda) Manokwari, Albinus Cobis menambahkan, pihaknya telah mengantongi sertifikat pelepasan tanah dimaksud.

Sementara, salah satu penyewa yang mengaku bernama Didi mengaku menyewa tempat dari seorang tentara dengan biaya sewa setahun sekitar Rp.15 juta.

“Kami tidak tahu mas, kalau tanah ini punya pemerintah, karena kita sewa dari orang, ” ujarnya saat ditemui Tabura Pos.

Didi mengaku, sedikit menyayangkan sikap Bupati yang tiba-tiba datang dan menyuruh membongkar bangunan mereka.

“Kita siap mas kalau disuruh bongkar hari ini. Tapi kenapa sudah jadi baru datang suruh bongkar. Lokasi ini kan di pinggir jalan, pasti kelihatan waktu dibangun,” ujarnya. [SDR-R3]