Pasific Pos.com
Papua Tengah

Eli Gunto: Akhir Bumi Injil Wahyu yang Menjawab

NABIRE – Gembala GBI Karang Mulia Pdt. Eli Gunto, S.Th saat di kediamannya kemarin menjelaskan Firman Tuhan Injil Wahyu sudah menceritakan bagaimana akhirnya bumi ini.

Gembala Gereja GBI Karang Mulia yang berkediaman di Jalan Ujung Pandang Kelurahan Karang Mulia kemarin menjelaskan tentang akhirnya bumi ini yang diceritakan di dalam Injil Wahyu.

Kitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru adalah kitab suci bagi kalangan Nasrani. Oleh sebab itu, Eli Gunto menjawab penafsiran Nubuatan Perjanjian Lama adalah kisah kejadian bagaimana Allah menciptakan langit dan bumi dan segala isinya dan pada waktu itu Roh Allah masih melayang-layang dipermukaan laut dan bumi masih kosong. Kisah penciptaan bumi adalah kisah dalam kitab kejadian.

Eli Gunto, menerjemahkan sesuai dengan Wahyu dalam Kitab Perjanjian Baru adalah kisah yang menceritakan bumi ini akan berakhir seperti kata Tuhan Yesus “Akulah Alfa dan Omega awal dan akhir”, maksudnya Alfa adalah Ia yang waktu menciptakan langit dan bumi di dalam Kitab Kejadian, dan Omega adalah Ia yang akan mengakhiri bumi ini sesuai dengan gulungan kitab yang diberikan kepada Yohanes di Pulau Patmos. Maka sebab itu, liku-liku bumi ini adalah kejujuran alam dan kejujuran firman di dalam Kitab Perjanjian Baru dan Kitab Perjanjian Lama sudah dijawab oleh Firman Tuhan itu sendiri.

Tanda-tanda akhir zaman kata Eli Gunto, sudah terbukti dimana-mana. Contohnya orang tua dengan anak sudah berkelahi, saudara dan saudara pembunuhan sadis dimana-mana, gempa bumi dan kejidian aneh-aneh yang sudah ditulis didalam kitab suci sudah terjadi, tinggal berapa persen saja Kitab Wahyu akan menjawab titik finis dan disitulah soal kedatangan anak manusia tidak ada seorangpun yang tau hanya Bapa di Sorga, itulah singkat kata dari Pendeta Eli Gunto, buka saja di Timotius II Pasal 2 Ayat 16.

Ditambahkannya bukan kejadian itu saja bervariasi, saudara dan saudara baku jual, baku maki dan gosip isu kiri kanan, tidak menghormati orang tua, tidak menghormati pemerintah dan juga kita harus menghargai pihak hukum, aparat hukum yang setia melindungi dan mengayomi kita dan mereka juga adalah orang tua kita yang selalu menjaga kita, contohnya aparat kepolisian dan tentara mereka menjaga kami dari pagi sampai malam sampai pagi di tempat penjagaannya masing-masing dan meninggalkan keluarga mereka demi menjaga keamanan di Kota Nabire.

Oleh sebab itu, kita wajib berdoa kepada pemerintah aparat hukum supaya mereka juga diberikan kesehatan yang baik jangan hanya gosip isu saja merajalela. Itulah tanda-tanda yang mencerminkan di Kitab Wahyu bahwa hal itu tidak disukai oleh Tuhan.

Gembala Gereja GBI Karang Mulia Eli Gunto, sejauh ini menggembalakan jemaat di Karang Mulia berjalan baik, karena Jemaat Karang Mulia kata Pdt. Eli Gunto, S.Th adalah jemaat yang berbuah sesuai dengan pohon anggur yang benar cabang dan rantingnya ia selalu menjaganya agar tidak ada yang kering seperti perintah Firman Tuhan apabila ada cabang yang kering akan dipangkas dan dicampak kedalam api. Oleh sebab itu, Pendeta Eli Gunto menjaga jemaatnya dari hal-hal yang akan mengganggu kehiduapnnya sehari-hari.

Jemaat GBI Karang Mulia yang dipimpin oleh Pdt. Eli Gunto, S.Th dalam jumlah besar tidak mengalami kendala karena jemaatnya semua taat dan setia sesuai dengan perintah Firman Tuhan carilah dahulu kerajaan Allah maka kebenarannya akan ditambahkan padanya. Kisah Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru yang tadinya sudah diberitahukan oleh Pdt. Eli Gunto, S.Th adalah lampu kuning agar kalangan Nasrani terutama kalangan jemaatnya agar tetap setia di dalam rambu-rambu yang sudah tuhan beritahukan didalam Perjanjian Baru tentang akhir zaman ini. Dan janganlah kita menilai sesuai orang lain siapa saja pakai perasaan dan menuduh orang sembarangan tetapi hendaklah kita menilai pakai otak dan sebagai umat Kristen kita punya penolong yang setia, yakni Roh Kudus yang selalu bersama kita untuk memberitahukan kita tentang kebenaran Firman Tuhan mengenai kedatangan Tuhan.

Kita harus peka, tanda-tanda peka ketika kita melihat orang lapar dan haus kita harus berkati. Utulah tanda-tanda kepekaan Firman Allah, jangan kita bicara firman tapi rohaninya mati, rasa alias kusta rohani dan untuk mengetahui kedatangan anak manusia hanya orang yang selalu berada didalam koridor kebenaran Firman Tuhan sehingga pada saat kedatangan kita sudah terangkat duluan dan tidak akan bertemu dengan kesan yang ditulis dalam Kitab Wahyu Pasal 13 Ayat 18.(ist)