Menu

Line 1

Peran BUMD Penting Dalam Perkembangan Perekonomian di Papua

  • Ditulis oleh Super User
Penilaian: Rating Star BlankRating Star BlankRating Star BlankRating Star BlankRating Star Blank / 0
TerburukTerbaik 
Seminar Peningkatan Peran BUMD
Suasana Seminar Peningkatan Peran BUMD dalam mendorong Perekonomian di Papua berlangsung baik.

 

JAYAPURA, - Guna meningkatkan perekonomian di Papua, Bank Indonesia menginisiasi melalui seminar Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) agar turut berperan aktif.

"Dukungan stakeholder sangat diperlukan guna menjaga kontunuitas dan efektifitas kinerja BUMD dalam eangka mencapai tingkat harga barang yang lebih stabil di Papua," kata Kepala Bank Indonesia Perwakilan Papua, Joko Supratikto di Hotel Aston, Kota Jayapura, Papua, Senin (15/5).



Menurut Joko, seminar tersebut merupakan tindak lanjut dari hasil koordinasi Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Papua, yang susah melakukan kunjungan kerja di Jawa Timur dan Sulawesi Selatan.

"BUMD dapat memiliki ruang gerak lebih fleksibel dengan tidak hanya bekerjasama dengan sama BUMD di daerah lain, tetapi juga dapat menginisasi terbanfunSeminar nasional peningkatan peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dalam mendorong perekonomian Papua," kata Joko.

Joko mengakui, informasi yang diperoleh dalam koordinasi TPID Papua menunjukkan, berbagai komoditas penyumbang inflasi di Papua seperti cabai, baras, daging ayam, daging sapi di datangkan dari Kota Surabaya dan Makassar," kata Joko.

Selain itu, lebih dari 45 persen pedagang di Papua melakukan transaksi jual beli dengan pedagang besar. Hanya kisaran 14 persen melakukan transaksi langsung dengan produsen.

Untuk menggali informasi lebih dalan terkait peningkatan peran BUMD di Papua, dihadirkan tiga narasumber, yaitu BI Papua, PT Puspa Agro Surabaya dan Ban Peneliti dan Pengembangan Daerah Papua.

Seminar dimulai dengan perspektif umum mengenai hasil temuan riset Perdagangan Antar Wilayah baik informasi komprehensif yang berpengaruh dan hambatan dalam perdagangan antar wilayah di Papua, yang disampaikan oleh Deputi Kepala Perwakilan BI Papua, Fauzan.

Sementara, kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Papua membahas persperktif sepesifik kebijakan perdagangan antar wilayah dari pemerintah daerah, seperti regulasi, evaluasi peran BUMD, kendala dan hambatan dalam menjalankan regulasi dimaksud, yang disampaikan oleh Hanif Ashori dari PT Puspa Asro untuk memperkaya usulan kebijakan yang disampaikan. (Ramah)

  • No comments found

Leave your comments

Post comment as a guest

0
Your comments are subjected to administrator's moderation.
terms and condition.
Info for bonus Review bet365 here.