Pasific Pos.com
Papua Tengah

Duta TB Serahkan 48 Kader TB ke Pemerintah Daerah

NABIRE – Duta TB Kabupaten Nabire, Yufinia Douw Mote, S.Si.T, dalam sambutannya pada saat penyerahan 46 Kader TB secara simbolis kepada Pemerintah Kabupaten Nabire, Senin (5/3) mengatakan, TBC adalah salah satu penyakit menular mematikan. Akhir-akhir ini, jumlah orang yang sakit karena TBC terus menerus meningkat, ditambah lagi dengan munculnya kasus TBC yang kebal obat. 

Dikatakan, meskipun TBC adalah penyakit menular dan mematikan, namun TBC adalah penyakit yang dapat disembuhkan, bila ditangani dengan tepat dan pengobatan yang tepat serta didampingi dengan baik. Dimana, saat ini pemeriksaan dan pengobatan TBC dilakukan secara gratis dan mudah. Yang juga telah disediakan oleh pemerintah di Puskesmas-Puskesmas serta RSUD yang ada di Kabupaten Nabire.

Menurutnya, kendala yang dialami saat ini adalah masyarakat belum mengenal penyakit TBC dengan baik, baik mengenai gejala-gejala dan pengobatan yang tepat sehingga masyarakat cenderung menunda pemeriksaan dan pengobatan. Akibatnya, kasus-kasus TBC yang ada lebih sering kasus yang berat dengan kondisi pasien sudah terbaring lemah tidak berdaya.

Lebih lanjut dirinya mengatakan, gejala-gejala TBC yang dapat dikenali secara dini adalah batuk berdahak terus menerus lebih dari dua minggu disertai dengan demam, keringat tanpa sebab waktu tidur di malam hari, nafsu makan berkurang, berat badan menurun, nyeri dada dan batuk berdahak yang bercampur darah. Mereka yang mengalami gejala-gejala tersebut haruslah melakukan pemeriksaan dahak di Puskesmas atau di RSUD.

“Apabila dahak positif TBC maka pasien tersebut harus minum obat lama, sehingga kemungkinan untuk putus berobat sangatlah besar. Oleh karena itu, dibutuhkan pendampingan dari keluarga, kader dan petugas kesehatan untuk menjalankan program TBC guna menuntaskan Kabupaten Nabire dari masalah TBC,” ujarnya.

Kata Duta TB, Yayasan KSK melalui Program TB telah melatih kader-kader guna membantu pemerintah daerah Kabupaten Nabire dalam menanggulangi penyakit TBC sejak Maret 2014 lalu. Dimana, kader-kader terlatih ini telah membantu dalam penemuan TBC secara dini melalui program ketuk pintu atau dari pintu ke pintu dan penyuluhan-penyuluhan di lingkungan sekitar tempat tinggal mereka.

Lanjutnya, kader juga melakukan pendampingan pasien untuk pemeriksaan TBC dan pendampingan pasien TBC guna menyelesaikan pengobatan TBC sampai sembuh sejak tahun 2014, kader TBC terlatih telah menemukan 4.202 orang terduga TBC di Kabupaten Nabire dan 417 orang telah terkonfirmasi bahwa mengidap TB yang paling menular.

“Hingga bulan Februari 2018 ini, kader TB telah memastikan bahwa 174 pasien sembuh dari penyakit TB, 81 orang sedang dalam pengobatan dan 14 orang dinyatakan meninggal karena penyakit TBC,” tuturnya. (cad)