Pasific Pos.com
Headline Info Papua Lintas Daerah

Dukung DOB, Bupati Yapen: Ini Murni untuk Kesejahteraan Masyarakat Papua

Bupati Kepulauan Yapen, Tonny Tesar (Istimewa)

JAYAPURA – Bupati Kepulauan Yapen, Tonny Tesar menyatakan mendukung penuh rencana pemerintah melakukan pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) di Papua.

“Kami melihat DOB ini berkaitan dengan percepatan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Papua, dan ini harus dilaksanakan,” kata Tonny Tesar usai mengikuti Rapat Kerja Daerah Bupati dan Wali Kota Se-Provinsi Papua yang dilaksanakan di Hotel Suni, Jalan Baru Pasar Lama Abepura, Jayapura, Provinsi Papua, Rabu (15/6/2022) sore.

Menurutnya, dukungan tersebut mutlak diberikan karena tujuan DOB Papua murni untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Bumi Cenderawasih.

“ Tapi selain kesejahteraan masyarakat, persoalan percepatan pembangunan di Tanah Papua ini juga salah satunya yang ingin kita percepat dan pemekaran ini dilaksanakan sesuai dengan undang-undang,”ujarnya.

Kemudian soal anggaran, Tonny mengatakan, jangan dipersoalkan, karena itu urusan pemerintah pusat yang nantinya akan membagikan.

” Bukan pemekaran terus mau cari uang sendiri, tetapi negara berupaya mendapatkan hasil dan sumber daya yang ada di Papua. Kita tinggal menikmati,” jelasnya.

Tonny pun mencontohkan sejumlah provinsi yang ada di Indonesia. Misalnya Pulau Jawa ada beberapa provinsi. Padahal luas daerahnya lebih kecil disbanding Papua.

Kemudian mereka menggunakan APBN dan APBD paling sedikit Rp 40 Triliun. Sementara untuk DKI saja hampir Rp 100 triliun. Jumlah itu lebih besar dibandingkan Papua yang hanya sekitar 17 atau 18 Triliun setiap tahunnya.

“Kenapa, karena kita hanya ada 2, yaitu provinsi Papua dan Papua Barat. Maka yang kita gunakan baru Rp 35 Triliun dengan jumlah yang ada bagaimana kita bisa mengejar ketertinggalan kita dengan pulau jawa untuk mempercepat pembangunan,” jelasnya.

Selain itu, soal Pendapatan Asli Daerah (PAD), menurut Toni, tidak perlu dipikirkan. Karena justru yang perlu dilakukan itu bagaimana memberikan ruang untuk masyarakat agar mereka bisa mendapatkan pelayanan yang baik, dan lebih sejahterah lagi.

Oleh sebab itu, soal DOB Papua prinsipnya diikuti saja sesuai kebijakan pemerintah pusat, dan semua dukungan pro dan kontra akan akan dikaji.

“Bapak Gubernur juga sudah memberikan statemen hari ini bahwa pemekaran itu beliau yang dorong duluan, 7 wilayah adat di dorong sekaligus. Maka itu kita ikuti, mudah-mudahan pemekaran ini sesuai harapan untuk mempercepat pembangunan dan mensejahterakan masyarakat,” jelasnya.

Sementara Soal pro dan kontra, dikatakannya, itu hal biasa di tengah masyarakat. Karena tidak mungkin mengajak masyarakat untuk 1 hati. Pasti dinamika itu harus dihargai

Artikel Terkait

Keluarkan Pernyataan Sikap, LMA dan 6 Suku Besar Menolak Nabire Menjadi Ibu Kota Papua Tengah

Jems

Panja Komisi II DPR RI Pastikan Dorong 3 DOB Tahun Ini

Jems

Lukas Enembe: Papua Harus Tujuh DOB

Bams

Ketua Sinode GKN Sebut DOB Membawa Masa Depan Papua Lebih Baik

Bams

MTM dan BMMP Tuntut Percepatan DOB dan Kelanjutan Otsus Jilid II

Jems