Pasific Pos.com
Papua Selatan

Dua Jasad Pria Yang Jatuh Di Sungai Maro Akhirnya Ditemukan

Jatuh Di Sungai Maro
Petugas saat mengevakuasi salah satu jasad korban (foto:ist)

MERAUKE,ARAFURA,-Akhirnya tim gabungan SAR berhasil menemukan jasad Syamsudin Samal, seorang remaja yang dilaporkan hilang karena terjatuh dari atas kapal dan salah seorang warga lainnya atas nama Yopie yang terjatuh ketika sedang menarik jangkar. Jasad remaja malang itu terlihat mengapung dalam posisi tertelungkup saat ditemukan pertama kali oleh tim SAR gabungan di lapangan. Tubuhnya sempat terombang ambing terbawa arus Sungai Maro yang sedang surut. Korban ditemukan sekira pukul 08.10 WITpada posisi koordinat 08?.28’.14,63’’ S – 140?.23’.30,08’’ E berjarak 1.65 NM atau sekitar 3 km dari lokasi kejadian mengarah ke hulu sungai.

Namun naas, korban sudah tidak bernyawa lagi saat ditemukan. Seperti diberitakan sebelumnya pada Rabu sore lalu, tepatnya pukul 15.50 WIT telah terjatuh seorang ABK atas nama Syamsudin Samal (29 ) ke dalam Sungai Maro. Syamsudin dilaporkan hilang sejak terjatuh dan akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal. Sedangkan untuk jasad Yopie, setelah dicari selama 3 (tiga) hari, korban yang terjatuh dari atas dermaga Kelapa Lima Merauke akhirnya juga ditemukan. Korban ditemukan pukul 06.20 WIT pada posisi koordinat 08?.28’.40,19’’ S – 140?.25’.12,55’’ E dalam kondisi tidak bernyawa lagi. Tim SAR gabungan terdiri dari Basarnas Merauke, Badan Keamanan Laut (BAKAMLA) Merauke, Merauke Rescue Squad (MRS), Satpolairud Merauke serta keluarga korban. Korban ditemukan terdampar di tepi sungai dan langsung di evakuasi menuju ke kamar jenazah RSUD Merauke untuk ditangani tim medis rumah sakit. Saat itu juga dilakukan penyerahan jenazah kepada pihak keluarga.

Dengan ditemukannya jasad opie maka operasi SAR dinyatakan selesai dan ditutup. Seperti diberitakan sebelumnya bahwa telah terjadi kecelakaan seorang lelaki terjatuh dari atas dermaga Kelapa Lima Merauke pada tanggal 22 Juli lalu pukul 14.40 WIT. Korban bernama Yopie tersebut langsung dicari oleh tim SAR gabungan sore itu juga dengan mempergunakan peralatan SAR air. “Yang dilakukan SAR adalah tugas kemanusiaan jadi notabene adalah tugas kita bersama, oleh karena itu kita semua harus saling bekerja sama dan bersinergi dengan baik lagi ke depannya agar pelaksanaan jasa kemanusiaan di Merauke akan semakin prima” tegas Supriyanto Ridwan, S.E selaku Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Merauke saat sesi debriefing usai operasi SAR. Debriefing dilaksanakan di posko lapangan dermaga Kelapa Lima Merauke dengan peserta seluruh tim.

Operasi SAR yang dimulai sejak pukul 06.00 WIT Jumat lalu itu mempergunakan peralatan SAR air seperti perahu karet dan speed boat. “Saya mewakili Basarnas Merauke menyampaikan terima kasih pada seluruh tim yang terlibat, sekaligus juga menyampaikan turut berduka cita bagi pihak keluarga yang ditinggalkan” tutupnya. Sekedar diketahui, tim SAR gabungan benar-benar optimal dalam melakukan pencarian sejak remaja bernama Syamsudin Samal tersebut dilaporkan terjatuh. Kepala Seksi Operasi dan Siaga Fajar Yuniarto,S.E mewakili Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Merauke saat ditemui di ruang kendali operasi mengemukakan bahwa secara rinci proses pencarian hingga Kamis lalu melibatkan tim SAR gabungan dan berlangsung hingga pukul enam sore.

Namun karena belum ada hasil sehingga dihentikan untuk sementara. Pihaknya berharap akan segera menemukan titik terang pada pencarian selanjutnya. Operasi SAR yang dilakukan di muara Sungai Maro pada hari kedua pencarian saat itu dimulai sejak pukul 06.00 pagi dengan melibatkan personil dari Satpolairud Polres Merauke, Satrol Lantamal XI Merauke, Merauke Rescue Squad (MRS), masyarakat sekitar serta tentunya personil Basarnas Merauke. Sedangkan peralatan air yang digunakan yakni Rigid Inflatable Boat (RIB) dan perahu karet. Pencarian dilanjutkan pada Hari Jumat dan wilayah yang akan disisir masih di sekitar lokasi kejadian hilangnya Syamsudin namun sedikit diperluas lagi menjadi sekitar 2 km2 dengan harapan korban berada di dalam area pencarian dimaksud.

Artikel Terkait

Identitas Korban Tenggelam Di Perairan Jayapura Terungkap

Ridwan

Terseret Ombak, Bocah 3 Tahun Tewas

Ridwan

Satu Korban Speed Boat Tenggelam Ditemukan Tewas

Ridwan

Speed Boat Pembawa 11 Penumpang Tenggelam, Lima Orang Hilang

Ridwan

Terseret Arus Pantai Holtekam, Seorang Anak Meninggal Dunia

Fani

MW Pendulang yang Hanyut Di Mile 26 Ditemukan Meninggal Dunia

Pieter