Pasific Pos.com
Pendidikan & Kesehatan

Dua Dokter Spesialis Anak RSPAD Gatot Subroto Bantu Penanganan KLB

 

Asmat, – Pusat Kesehatan TNI AD memberikan perbantuan dua dokter spesialis anak dari RSPAD Gatot Subroto Jakarta. Kedua dokter yaitu, Letkol CKM Rachmanto dan dokter Dana. Keduanya akan bertugas selama 10 hari di RSUD Agats, Kabupaten Asmat.

Namun masa tugas kedua dokter yang tergabung dalam Satgas Kesehatan TNI KLB Asmat dapat diperpanjang, sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

Dokter Rachmanto menyebutkan selain gizi buruk, penyakit lainnya yang ditemukan adalah radang paru, anemia, dan TB.

“Kita komperhensif melakukan terapi dengan fasilitas yang ada, karena tidak hanya gizi buruk yang ditemukan,” kata Rachmanto, kepada sejumlah wartawan di RSUD Agats, Kabupaten Asmat, Rabu (18/1/18).

Dijelaskannya pula, gizi buruk bukan sebuah penyakit seperti batuk pilek yang mudah untuk diobati, tetapi gizi buruk harus dilakukan secara bertahap. Apalagi banyak kisah yang menceritakan demografis Asmat yang sulit dan pola hidup sehat masyarakatnya masih minim.

“Jika saya tanya langsung, banyak anak dan balita yang belum melakukan imunisasi secara lengkap. Ini dikarenakan lokasi puskesmas dan tempat tinggal warga jauh,” ucapnya.

Selain itu kalangan kala petugas medis yang melakukan imunisasi singgah di kampung, tapi banyak warganya yang tidak ada di tempat.

“Mungkin saja masyarakatnya lagi masuk ke dalam hutan mencari makan. Yang saya pahami saat ini, vaksinnya ada, tetapi sasarannya yang sulit. Pemda harus mencari solusi, jika ditemukan kasus seperti ini,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, dokter Dana menyebutkan vaksin yang tersedia di Asmat dapat dinyatakan lengkap dan tidak rusak. “Jadi tidak benar jika dikatakan vaksin atau fasilitas lainnya rusak,” katanya.

Pihaknya akan terus membantu RSUD Agats untuk menemukan solusi permasalahan yang terjadi. Karena jika sudah terjadi gizi buruk, maka akan banyak terjadi infeksi dan kekebalan tubuh menurun. “Kami akan duduk bersama, mencari data permasalahnnya diamana dan sumbang saran penangannya seperti apa,” tuturnya.