Pasific Pos.com
Kota Jayapura

DPMK Dorong Penyertaan Modal Badan Usaha Milik Kampung

 

JAYAPURA – Dinas Pemerintahan Masyarakat Kampung (DPMK) Kota Jayapura mendorong adanya penyertaan modal Badan Usaha Milik Kampung agar dana kampung bisa dikelola di kampung.

“Ini penting adanya karena di kampung ada potensi yang perlu diangkat sehingga ketika dana dari pemerintah ini sudah setop, maka masyarakat bisa mandiri karena ada potensi yang dikelola untuk mendatangkan pendapatan kampung,” ujar Kepala DPMK Kota Jayapura, Jacobus Itaar di Kantor Wali Kota Jayapura, Senin (29/7/19).

Itaar mencontohkan, di Kampung Tobati ada hutan manggrove yang bisa ditata sebagai kawasan wisata sehingga masyarakat bisa mendapatkan uang dari pengelolaannya atau juga potensi darat seperti di Koya Koso dengan membangun perkebunan wisata buah.

“Orang bisa putar-putar pakai speetboat berapa jam begitu tararifnya Rp100-200 ribu. Masyarakat lihat ada keramba ikan, langsung bisa dibeli. Potensi ini yang sekarang kami arahkan sehingga masyarakat ikut terlibat atau diberdayakan,” ujarnya.

Diakui Itaar, selama ini pemerintah hanya top down atau menurunkan anggaran, adanya Badan Udaha Milik Kampung ini, anggaran bisa dikelola dengan melibatkan masyarakat kampung dalam pengelolaan usaha masing-masing.

“Anggaran untuk 14 kampung pada 2018 sebanyak Rp58 miliar dan 2019 ini dana kampung naik menjadi Rp115 miliar. Semoga dengan dana ini bisa mensejahterakan masyarakat kampung. Kami terus mengawasi dan mendampingi pengelolaanya agar tepat sasaran sehingga masyarakat di kampung bisa sejahtera dan mandiri,” ungkapnya.