Pasific Pos.com
Kabupaten Jayapura

DP2KB Gelar Sosialisasi Advokasi KIE Kesehatan Reproduksi Remaja

SENTANI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) menggelar sosialisasi advokasi Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) tentang Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR), di Gedung Serba Guna (GSG) Wanita Thabita, Kota Sentani, Kabupaten Jayapura, Kamis (8/3/18).

Kepala DP2KB Kabupaten Jayapura, Arry Ronny D. Deda , S.IP, M.T., mengatakan kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan dalam upaya untuk meningkatkan pengetahuan sumberdaya manusia (SDM) dan juga memberikan pemahaman tentang Advokasi dan KIE tentang Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) bagi anak-anak-anak remaja atau pelajar SLTA dan juga pengelola kelompok PIK Remaja.

“Jadi, sosialisasi ini juga untuk memberikan pengetahuan serta informasi tentang pentingnya kesehatan reproduksi remaja dan mencegah pernikahan dini yang kerap terjadi saat ini,” ujar Arry Ronny Deda kepada wartawan harian ini usai membuka kegiatan sosialisasi tersebut, Kamis (8/3/18) siang.

Diharapkan, kedepannya memperhatikan usia pasangan yang akan menikah karena dalam aturan Undang-Undang (UU), untuk pasangan yang akan menikah itu usianya harus memenuhi syarat baik dari pihak laki-laki minimal usia 25 tahun dan wanita minimal usia 20 tahun.

“Dikarenakan pada usia itu dari kedua belah pihak pasangan sudah cukup matang dalam menjalin hubungan berumah tangga. Berbeda dengan usia remaja yang dianggap sebagai masa-masa rawan, yang akan menyebabkan dampak yang kurang baik yang akan terjadi baik dari sisi kesehatan reproduksi (kanker serviks) serta keharmonisan rumah tangga yang dibangun nanti,” paparnya.

“Karena usia yang masih labil, seperti yang terjadi saat ini angka perceraian meningkat dan salah satu faktornya adalah kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Mungkin ini terjadi karena kurangnya kesiapan dalam membangun rumah tangga yang disebabkan menikah di usia remaja,” sambung pria yang pernah menjabat Kepala Dinas PU Kabupaten Jayapura.

Menurut Arry Deda, permasalahan remaja yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi sering kakli berakar dari kurangnya informasi, pemahaman dan juga kesadaran untuk mencapai keadaan sehat secara reproduksi.

Mulai dari pemahaman mengenai perlunya pemeliharaan kebersihan alat reproduksi, pemahaman mengenai proses-proses reproduksi serta dampak dari perilaku yang tidak bertanggungjawab seperti kehamilan yang tidak diinginkan atau diluar nikah, aborsi, penularan penyakit menular seksual (PMS) termasuk HIV/Aids.

“Persoalan remaja yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi itu memerlukan perhatian berbagai pihak. Karena apabila hal itu tetap dibiarkan, sudah barang tentu akan merusak masa depan remaja tersebut, termasuk keluarga dan bangsa ini,” tuturnya.

Program KRR, kata Arry Ronny Deda, itu diperlukan berbagai upaya advokasi dan KIE tentang kesehatan reproduksi remaja sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan pemahaman, sikap dan perilaku positif remaja tentang kesehatan. Sementara untuk hal-hal reproduksi guna meningkatkan derajat kesehatan reproduksinya dan juga mempersiapkan kehidupan berkeluarga dalam mendukung upaya peningkatan kualitas generasi mendatang.

“Sosialisasi ini merupakan salah satu program kegiatan kami di DP2KB, dan kita harap dapat dilaksanakan setiap tahun dalam rangka mewujudkan komitmen untuk mendukung tercapainya sasaran prioritas bidang pembangunan kependudukan dan juga keluarga berencana. Supaya dapat meningkatkan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi, sehingga nantinya mampu dan bisa bertindak secara bertaggungjawab,” ujarnya.

Kegiatan sosialisasi advokasi dan KIE tentang Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) itu melibatkan narasumber dari BKKBN Perwakilan Provinsi Papua dan DP2KB Kabupaten Jayapura serta menghadirkan 50 peserta dari para pelajar ditingkat SLTA yang ada di empat distrik Wilayah Pembangunan (WP) I.