Dosen Unmus Ajak Anak-Anak SD Kampung Nasem Jaga Mangrove Dan Pesisir 

MERAUKE — Suasana SD Inpres Nasem, Kampung Nasem, Distrik Merauke, mendadak lebih meriah dari biasanya pada Kamis, 20 Agustus 2026. Bukan karena acara ulang tahun sekolah, melainkan kedatangan tim dosen dari Fakultas Pertanian Universitas Musamus Merauke yang membawa satu misi seru, mengajak anak-anak sejak dini mencintai laut dan hutan mangrove di kampung mereka sendiri.

 

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Akademik Saintek Pesisir Marind, hasil kolaborasi Pusat Studi Pertanian Terpadu Lahan Basah, Lahan Kering, dan Pesisir Universitas Musamus dengan dukungan pendanaan Literasi Sains dan teknologi (Saintek) Dirjen Minat Saintek dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui program fasilitasi pengembangan sentra sains dan teknologi kemasyarakat di perguruan tinggi.

 

Kenapa harus anak-anak? 

Kampung Nasem punya kekayaan alam yang tak ternilai. Hutan mangrove yang membentang di sepanjang pesisir. Sayangnya, ancaman abrasi, sampah plastik, dan kerusakan lingkungan terus mengintai. Tim pengabdian yang beranggotakan dosen-dosen dari Jurusan Manajemen Sumberdaya Pesisir, Fakultas Pertanian Universitas Musamus meyakini bahwa menanamkan kepedulian lingkungan paling ampuh dilakukan sejak usia sekolah dasar, saat karakter dan kebiasaan anak masih terus terbentuk.

 

“Daripada hanya bicara teori ke orang dewasa, kenapa tidak mulai dari anak-anak yang akan mewarisi pesisir ini nanti?” begitu kira-kira semangat yang dibawa tim ke dalam kelas.

Serunya kegiatan, dari cerita mangrove sampai mewarnai pantai.

Total enam anggota tim menyebar ke ruang-ruang kelas SD Inpres Nasem, menyapa seluruh siswa dari kelas 1 hingga kelas 6, didampingi sembilan guru.

Sebelum masuk kelas, tim lebih dulu bersilaturahmi dengan kepala sekolah untuk meminta izin, bukti bahwa kegiatan ini dijalankan dengan penuh hormat pada tuan rumah. Materi disampaikan selama sekitar 60 menit, mengenalkan apa itu wilayah pesisir, mengapa mangrove begitu penting sebagai “benteng alami” penahan gelombang dan abrasi, sekaligus rumah bagi beragam makhluk hidup.

Anak-anak juga diajak mengenal jenis tumbuhan dan hewan di sekitar pesisir, serta kebiasaan sederhana yang bisa mereka lakukan sehari-hari: tidak membuang sampah sembarangan dan ikut menjaga kebersihan pantai.

Uniknya, kegiatan dirancang berbeda sesuai usia: Kelas 4–6 diajak berdiskusi dan tanya jawab langsung. Hasilnya di luar dugaan — anak-anak antusias melontarkan pertanyaan yang cukup kritis, bahkan mampu mengaitkan materi konservasi dengan kehidupan sehari-hari mereka di kampung.

 

Kelas 1–3 diajak mewarnai gambar pemandangan pantai dan mangrove. Kegiatan yang terlihat sederhana ini ternyata efektif membangun ikatan emosional anak dengan alam sekitarnya sejak dini, sekaligus jadi cara edukasi visual yang menyenangkan.

 

Antusiasme yang menular. 

Menurut Ketua Tim Pengabdian, Sunarni, hal yang paling berkesan justru datang dari respons anak-anak sendiri. Mereka menyimak dengan antusias, aktif bertanya dan bersemangat mewarnai. Oertanda bahwa pesan konservasi berhasil sampai bukan sebagai “pelajaran”, tapi sebagai sesuatu yang menyenangkan untuk dijalani.

Tim berharap, benih kepedulian yang ditanam hari itu akan tumbuh menjadi kebiasaan: anak -anak Kampung Nasem yang kelak tumbuh sebagai generasi penjaga pesisir dan mangrove mereka sendiri.

Tentang program:

Program In-saintek bertujuan untuk memperluas akses masyarakat terhadap sumber belajar saintek, peningkatan minat dan partisipasi public terhadap isu-isu ilmiah, serta penguatan peran perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan masyarakat berbasis pengetahuan.

 

Universitas Musamus melalui Pusat Studi Pertanian Terpadu, lahan basah, lahan kering dan pesisir memperoleh pendanaan Insaintek dengan mengusung tema Nasem blue green innovation. Kegiatan terdiri dari akademik saintek pesisir Marind yang dilakukan melalui penyuluhan konservasi pesisir untuk anak-anak di Nasem, sekolah lapang budidaya tanaman pangan lokal dan nursery ground mangrove serta budidaya ternak dan sekaligus pembuatan demplot pertanian terpadu sebagai living laboratory di tengah masyarakat.

 

Semua kegiatan tersebut dilakukan di Nasem yang secara representasi memiliki ekosistem lahan kering, lahan basah dan pesisir. Selain itu untuk mengenalkan profesi dan menumbuhkan minat sains, akan dilakukan jelajah kampus bersamaan dengan lomba cerdas cermat konservasi pesisir yang bertempat di Kampus Universitas Musamus Merauke.

 

“Misi kami agar masyarakat di Nasem memperoleh bekal/pengetahuan atau praktek saintek sehingga dapat menggunakan pendekatan ilmiah dalam mengambil Keputusan untuk kehidupan mereka sehari-hari. Dan untuk anak-anak kiranya dapat menginspirasi karir dan membangkitkan minat sains dalam bidang saintek sebagai bekal dan fondasi awal dalam membangun kehidupan yang lebih baik dan lebih sejahtera bagi masyarakat Marind, “ujarnya.(Iis)

Related posts

Senyum dan Tegur Sapa Satgas Yonif 200/BN Saat Berkunjung Ke Kampung Bolakme

Fani

Ini Alasan Pemda Merauke Gandeng Polres Dan Kodim Di Bidang Pendidikan

Bams

Herman Doga: Kerukunan Masyarakat Tetap Dijaga Usai Putusan MK

Jems

Kebakaran Lapas Merauke Berhasil Ditangani, Warga Binaan Yang Kabur Diamankan

Bams

Miras Hingga Sajam Diamankan Dari Lokasi Pertunjukan Musik

Bams

Gaspol! Hadiah Nataru, PLN UIP MPA Berhasil Lakukan Energize dan Pembebanan Sistem 70 kV

Fani

Leave a Comment