Pasific Pos.com
Lintas Daerah

Doren : Pembayaran Denda Adat Sebagai Bentuk Keseriusan Pemda

Wamena, Pembayaran denda adat sebesar 1,5 milyar merupakan bentuk keseriusan pemerintah daerah (pemda) kabupaten Jayawijaya dalam menyelesaikan perang suku yang terjadi di kampung Nuguboba Jln. Trans Wouma-Walesi distrik Wouma kabuaten Jayawijaya beberapa waktu lalu. Hal ini dikatakan oleh Pjs. Bupati Jayawijaya Deren Wakerkwa dihadapan masyarakat yang bertikai dan dihadapan keluarga korban, Selasa (19/6).

Doren mengatakan lebih lanjut bahwa kehadiran masyarakat pada saat penyerahan denda adat dari Pemda kepada keluarga korban ini menunjukkan keseriusan pemda dalam menyelesaikan konflik. “Uang sebesar 1,5 milyar ini sebagai wujud keseriusan penyelesaian perang suku yang mengakibatkan korban nyawa dan masyarakat harus bisa melihat dan menyaksikan bahwa kita betul-betul serius menangani masalah ini,” ujar penjabat sementara bupati, Doren Wakerkwa.

Doren menyatakan, setelah menerima uang denda diharapkan para keluarga korban bisa mengatur penggunaannya.

“Hasil negosiasi antara keluarga korban dengan pemerintah yang disepakati sebesar Rp. 1,5 M, dengan perincian 1 milyar untuk korban yang meninggal dunia dan 500 juta bagi masyarakat yang mendapatkan perawatan medis di RSUD Wamena,” ujar Doren.

“Pembayaran ini harus disaksikan oleh seluruh masyarakat yang ada diatas, ini bukan uang sedikit tapi jumlahnya besar, tidak boleh sembunyi-sembunyi disaksikan oleh masyarakat dan keluarga korban,” ujar Doren lebih lanjut.

Tampak hadir dalam pembayaran denda adat , Taufik Petrus Latuihamalo (Ketua DPRD Kabupaten Jayawijaya), Letkol Inf Lukas Sadipun (Dandim 1702/Jayawijaya), Mayor Inf Arif Budi Situmeang (Danyonif 756/WMS) , Kompol Agus HR, S.Sos (Kabag Ops Polres Jayawijaya), Yohanes Walio, S.Sos, M.Si (Seka Kab. Jayawijaya), Elianus Kibi (Kepala Distrik Trikora), Alex Murib (mewakili keluarga korban) dan perwakilan keluarga korban (duka).

Sementara itu Sekda kabupaten Jayawijaya Yohanes Walilo,S.Sos,M.Si menegaskan, hari ini kita berada disini untuk menyaksikan dan menyelesaikan persoalan yang telah terjadi.

Saat yang bersamaan, Herman Yelipele (Kepala Distrik Welesi) mengatakan bahwa kita semua ini adalah keluarga dan permasalahan sudah diselesaikan dan masyarakat Welesi siapkan babi 33 ekor kepada pihak keluarga yang meninggal (pihak Nduga) dengan demikian permasalahan selesai.
Pembayaran dan penyerahan denda diakhiri dengan penandatanganan berita acara perdamaian.