Pasific Pos.com
Papua Barat

Direskrimsus Ungkap Dugaan Malpraktek di RSUD Manokwari

Manokwari, TP – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Papua Barat telah menerima laporan polisi tentang dugaan malpraktek 2 perawat di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Manokwari berinisial BH dan Y.

“Kasus ini menarik. Saya terima kasih karena tingkat kekritisan masyarakat sudah semakin meningkat,” kata Direskrimsus Polda Papua Barat, AKBP Budi Santoso kepada para wartawan di Aston Niu Hotel Manokwari, Kamis (22/2).

Menurutnya, kesadaran masyarakat akan pelayanan pemerintahan dalam bentuk apa pun harus dinilai secara kritis, sehingga proses pelayanan tidak dilakukan semena-mena.

Mengenai dugaan malpraktek di RSUD Manokwari, Santoso mengaku sedang diteliti bersama Bidang Dokkes Polda Papua Barat.

Di samping itu, Direskrimsus mengaku akan berkoordinasi dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) untuk mendalami persoalan ini. “Sepintas saya melihat memang ada dugaan, tetapi belum bisa disimpulkan, tunggu tanggal mainnya saja,” ujar Santoso.

baca; Diduga Malpraktek, 2 Perawat di RSUD Manokwari Dipolisikan

Menurutnya, profesi apa pun sekarang, memang sudah seharusnya memiliki sertifikasi keahlian profesi, termasuk dunia kesehatan guna mengukur sejauhmana kemampuan dan kompetensi yang dimiliki, sehingga saat pasien yang kasusnya serupa sudah terpikirkan oleh mereka yang memiliki profesi, apakah harus melapor ke atasan atau bisa bertindak langsung.

Untuk menangani laporan ini, ia menegaska, pihaknya akan mencari fakta dan bukti yang terkait dengan apa yang disebut malpraktek.

Bukan itu saja, Direskrimsus mengaku akan memeriksa SOP (Standar Operasional Prosedur) RSUD Manokwari guna mengetahui apakah tindakan tenaga medis terhadap keluarga pelapor telah sesuai SOP atau belum sesuai.

“Yang paling penting dampaknya. Kalau yang dikerjakan terlapor salah prosedur yang akan kita proses,” tukas Direskrimsus.

Berdasarkan catatan Tabura Pos, 2 perawat di IGD RSUD Manokwari dilaporkan ke SPKT Polda Papua Barat, Selasa (20/2). Laporan itu tercatat dengan Nomor: LP/26/II/2018/Papua Barat/SPKT tertanggal 20 Februari 2017.

Kedua perawat yang dipolisikan dr. Augustine Hehanusa melalui kuasa hukumnya, Benny Arens Niwe Lattu, SH berinisial BH dan Y atas dugaan malpraktek di RSUD Manokwari, 30 Desember 2017.

dr. Augustine Hehanusa melaporkan BH dan Y atas dugaan malpraktek terhadap anaknya, David Jewish Hehanusa (5 tahun) saat dirawat di IGD. [BOM-R1]