Pasific Pos.com
Papua Barat

Direskrimsus Nilai Tahap 2 Kasus Tambang Emas Ilegal Prosedural

Manokwari, TP – Penyerahan tahap 2 kasus dugaan tindak pidana penambangan Emas ilegal di Kali Kasi, Kampung Pubuan, Distrik Kebar, Kabupaten Tambrauw oleh 5 warga negara asing (WNA) asal Tiongkok, dinilai telah sesuai prosedur.

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Direskrimsus) Polda Papua Barat, AKBP Budi Santoso mengatakan, tahap 2 kasus itu sudah diserahkan kelima WNA itu bersama barang bukti.

“Lima WNA ini sebelumnya sudah kita sidik, sedangkan satu tersangka utama masih DPO, masih jadi pekerjaan rumah kita dan masih kita kejar,” tukas Direskrimsus kepada para wartawan di Aula Universitas Papua (Unipa) Manokwari, Selasa (6/2).

Ia menegaskan, hal yang terpenting, saat ini kelima WNA itu sudah menjalani proses sidang. Ditanya tentang adanya pekerja Indonesia yang ikut melakukan penambangan Emas ilegal, tetapi tidak ditetapkan sebagai tersangka, Santoso mengaku tidak mengetahui jelas kasus itu, karena merupakan kasus lama sebelum dia menjabat Direskrimsus Polda Papua Barat.

“Kalau ada masukan atau informasi lain terkait kasus ini, kasih tahu saja ke saya,” ujar Santoso.

Ditanya apakah penyerahan tahap 2 disertai dengan barang bukti dalam bentuk fisik, Direskrimsus mengatakan, pada saat P. 21 atau pelimpahan kasus disertai dengan tersangka dan barang bukti.

“Barang bukti secara fisik ada, karena walau pun dipinjampakaikan atau dititip rawat, pada saat tahap 2 wajib hukumnya untuk dihadirkan,” pungkas Santoso. [BOM-R1]