Pasific Pos.com
Papua Barat

Direktur YLBH Apresiasi Atas Kinerja Kalapas Manokwari

Manokwari, TP – Direktur Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBH) Provinsi Papua Barat, Matheus Maryen mengapresiasi kinerja Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Manokwari, Yosef Yembise.

Dikatakan Maryen, meski Lapas Manokwari sudah over kapasitas, tetapi Kalapas bisa mengkondisikan keadaan itu sebaik mungkin untuk tetap digunakan.

“Kalapas bisa memaksimalkannya dengan melakukan program yang luar biasa. Misalnya, para narapidana diberikan kesempatan mengembangkan ketrampilan di dalam maupun di luar Lapas Manokwari,” kata Maryen kepada Tabura Pos di ruang kerjanya, kemarin.

Dikatakannya, program Kalapas untuk para narapidana yakni membuat tong sampah dan diletakkan di tempat-tempat umum. Padahal, ungkap Maryen, selama ini pemerintah tidak memberikan perhatian serius terhadap penanganan sampah.

Di samping itu, ia berharap pemerintah memberikan perhatian serius terhadap Lapas Manokwari dan para narapidana, karena mereka memiliki hak yang sama dengan masyarakat lain.

“Pemerintah harus memberikan perhatian serius untuk Kalapas dan jajarannya dalam rangka pembinaan narapidana, sehingga jika masa tahanan sudah selesai, mereka keluar bisa menjadi orang yang berguna. Tapi kalau tidak dibina secara baik, kelak mereka mau jadi apa dan pastinya mereka akan mengulangi perbuatannya,” tutur Maryen.

Ia membeberkan, sejak 1980-an sampai hari ini, Lapas Manokwari hanya direhab, tetapi tidak ada penambahan ruangan, entah dibuat bertingkat. Ironisnya, jika gedung kantor organisasi perangkat daerah (OPD) yang tidak memiliki hubungan untuk memperbaiki manusia, justru gedungnya bertingkat-tingkat.

“Saya sendiri bingung, apakah Lapas ini dilihat sebagai tempat sampah atau ibarat muara kali yang ada kayu busuk, ada plastik sampah, dan barang tidak laku,” sesalnya.

Untuk itulah, Maryen berharap pemda memperhatikan Lapas Manokwari, entah direhab atau dibangun lapas yang baru, sehingga kapasitasnya bisa menampung seluruh narapidana.

“Namun, saya secara pribadi memberikan apresiasi atas kinerja Kalapas, meski Lapas sudah over kapasitas, tetapi memiliki tekad untuk memanusiakan manusia,” tukas Maryen. [FSM-R1]