Pasific Pos.com
Kota Jayapura

Dinsos Launching Program ODGJ di Kota Jayapura

JAYAPURA,- Dinas Sosial Kota Jayapura yang bekerja sama dengan Rumah Sakit Jiwa Abepura melaunching Program Penjaringan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) Gelandangan/ Terlantar Di Kota Jayapur, Menuju Papua Bebas Gelandangan Psikotik dan Pasung, Rabu, (04/07/2018).

Kepala Unit Kesehatan Jiwa Masyarakat Rumah Sakit Jiwa Abepura Sasmito Hermawan mengatakan, rumah sakit jiwa sebagai pelayanan jiwa itu melayani kesehatan jiwa dalam gedung dan di luar gedung.

“Untuk tahun 2018 pelayanan di luar gedung itu ada 28 Kabupaten dan 1 Kota,” ujar Sasmito Hermawan kepada awak media Rabu, (04/07/2018).

Dirinya menambahkan, Pelayanan jiwa di Kota Jayapura secara umum mulai dari promosi dan perprentif dan akuratif , khusus untuk saat ini pelayanan kesehatan jiwa, penjaringan pasien gelandangan piskotik atau di sebut pasien gangguan jiwa terlantar.

“Sama-sama kita lihat bersama bahwa di lingukngan Kota Jayapura ini, jumlah angka gangguan jiwa semakin tahun meningkat, data menunjukan Kota Jayapura itu jumlah kunjungan polik klinik dan jumlah UGD terus meningkat, juga jumlah gelandangan psikotik di Kota Jayapura. Semakin lama semakin meningkat, apa itu gelandangan psikotik yaitu pasien gangguan jiwa yang terlantar, yang tidak mendapat perhatian dari masyarakat atau keluarga. Oleh karena itu beberapa waktu yang lalu. Dinas Sosial Kota Jayapura, melakukan penandatanganan bersama dalam rangka pelayanan jiwa khusus untuk program penjaringan gelandangan dan bebas pasung di Kota Jayapurra,” ungkapnya.

Lanjut, hari ini kita akan launching kegiatan perdana untuk pelayanan kesehatan jiwa program penjaringan, kita sudah survey dari beberapa waktu yang lalu, kita sudah survey kira-kira ada sekitar 12 pasien gangguan jiwa yang terlantar di Kota Jayapura, yang rencana kami targetkan 12 orang itu tahun ini akan di lakukan penjaringan.

“Dinas Sosial memiliki kewenangan untuk melakukan survey kemudian pendataan termasuk penjaringan, kami sebagai pelayanan rumah sakit jiwa itu menerima yang di rujuk atau yang di ambil oleh Dinas Sosial, nah setelah kami rawat di kembalikan ke Dinas Sosial untuk mengembalikan ke keluarga dan masyarakat,” ungkapnya.