Pasific Pos.com
Kabupaten Jayapura

Dinas TPH Gagas Gerakan Tanam Padi dengan Mesin Rice Transplanter

SENTANI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura melalui Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) akan melakukan gerakan tanam padi dengan menggunakan mesin tanam bibit padi atau Rice Transplanter di Kampung Sumbe, Distrik Namblong, Kabupaten Jayapura hari ini, Selasa 20 Februari 2018.

“Jadi, untuk kegiatan besok kita akan uji coba menanam padi dengan menggunakan Rice Transplanter (mesin tanam bibit padi) bagi kelompok tani yang ada di Kampung Sumbe, Distrik Namblong,” ungkap Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortiklutura (TPH) Kabupaten Jayapura, Adolf Yoku, S.P., M.M., ketika dikonfirmasi wartawan di ruang kerjanya, Senin (19/2/18).

Kegiatan ini akan dihadiri Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, M.Si, Wakil Bupati Jayapura Giri Wijayantoro, Anggota DPRD Kabupaten Jayapura, Kepala OPD di Lingkup Pemkab Jayapura, Kepala Distrik dan sejumlah Kepala Kampung yang kampungnya saat ini telah dikembangkan dengan program pencetakan lahan sawah baru serta masyarakat yang berjumlah kurang lebih 150 orang.

Kenapa harus menggunakan Rice Transplanter bagi petani di Kabupaten Jayapura, kata Kadis Adolf Yoku, bahwa hingga saat ini petani padi di daerah ini masih menggunakan sistem tanam padi secara tradisional atau belum sama sekali menggunakan alat canggih untuk menanam padi seperti “Rice Transplanter” tersebut.

“Karena menggunakan alat atau mesin tersebut memiliki kapasitas kerja yang cukup tinggi, yakni petani bisa melakukan tanam padi untuk satu (1) hektar itu per lima (5) jam. Mesin penanam padi Otomatis atau Rice Transplanter ini mempunyai kecepatan kerja rata-rata itu 2,5 km per jam,” jelasnya.

Dengan adanya bantuan mesin tanam padi tersebut, diharapkan kedepannya produksi padi di Kabupaten Jayapura dapat meningkat dari tahun sebelumnya.

Penggunaan mesin tanam padi ini untuk mempercepat proses tanam dan tidak membutuhkan tenaga manusia lebih banyak lagi, sehingga proses tanam padi dilakukan lebih cepat.

Cepatnya proses tanam diharapkan luasan lahan yang digarap para petani nantinya itu dapat lebih maksimal.

Menurut Adolf Yoku, penggunaan mesin tanam padi merupakan salah satu alternatif untuk mengatasi keterbatasan tenaga kerja, karena usaha tani tanam padi ini paling banyak membutuhkan tenaga kerja.

Untuk mendukung program upaya khusus (Upsus) Swasembada pangan nasional di Kabupaten Jayapura, pihaknya telah memberikan bantuan 13 unit dari 20 unit Rice Transplanter kepada kelompok-kelompok petani di Kabupaten Jayapura.

“Kalau untuk besok (hari ini) ada tiga mesin tanam bibit padi yang akan kita gunakan, yang merupakan bantuan dari Kementerian Pertanian ke Pemerintah Kabupaten Jayapura melalui Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura. Sedangkan di tahun 2018 ini, kita kembali mendapatkan bantuan sebanyak 10 unit Rice Transplanter dari Kementerian Pertanian,” tuturnya.

Selain itu, Adolf Yoku menyampaikan, bahwa dengan adanya penerapan mesin tanam bibit padi atau Rice Transplanter ini membuat pekerjaan petani semakin mudah, mempercepat waktu tanam bibit padi, mengatasi kelangkaan tenaga kerja, meningkatkan produktivitas lahan, mempercepat dan mengefisienkan proses sekaligus menekan biaya produksi.

Dengan digunakannya teknologi mesin tanam padi itu, diharapkan ada keseragaman tanam dan panen yang bersamaan.

“Saya berharap petani Kabupaten Jayapura nantinya bisa lebih produktif lagi, sehingga pencapaian sasaran produksi beras dan target swasembada beras baik itu tingkat kabupaten maupun nasional pada tahun 2018 ini nantinya bisa tercapai,” harap pria yang pernah menjabat sebagai Kepala SMK Pertanian di Kampung Harapan, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura.