Pasific Pos.com
Kabupaten Jayapura

Dinas PP&PA Kabupaten Jayapura Gelar Fasilitas Pengembangan P2TP2

SENTANI – Dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan perlindungan terhadap perempuan dan anak, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PP&PA) Kabupaten Jayapura mengadakan kegiatan fasilitas pengembangan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan (P2TP2), di Gedung Serba Guna (GSG) Wanita Thabita, Kota Sentani, Kabupaten Jayapura, Senin (25/6/18) pagi.

Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Dinas PP&PA Kabupaten Jayapura, Dra. Maria Bano, selanjutnya turut hadir narasumber dari Unit PPA Polres Jayapura dalam hal ini Kanit PPA Polres Jayapura, Bripka Sonya Rumbino, SE.
Adapun maksud diadakan kegiatan fasilitas pengembangan P2TP2 ini untuk menangani korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang (UU) Nomor 23 Tahun 2004 tentang, Penghapusan Kekerasan dalam rumah tangga.

Maka dengan ini, kami di Pemerintah Kabupaten Jayapura melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak mengadakan kegiatan fasilitas pengembangan P2TP2 tersebut, agar dapat membantu mereka para korban kekerasan dalam rumah tangga, pelecehan seksual dan pencabulan seksual pada anak, untuk secara aktif melakukan kegiatan perawatan, pemulihan dan pengobatan korban, serta menlindungi hak-hak korban, menyediakan layanan terpadu dan juga memenuhi kebutuhan korban,”terang Kepala Dinas PP&PA Kabupaten Jayapura, Dra. Maria Bano.

Ia menjelaskan, adapun tujuan diadakannya kegiatan ini diantaranya, memberikan kontribusi terhadap terwujudnya kesetaraan gender dengan mengintegrasikan strategi pengarustamaan gender dalam berbagai kegiatan pelayanan terpadu bagi peningkatan kondisi, peran dan juga pemberdayaan perempuan serta memberikan kesejahteraan dan perlindungan terhadap perempuan dan anak.

Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk memfasilitasi kebutuhan perempuan dan anak korban kekerasan dalam memenuhi hak korban yaitu hak atas kebenaran, hak atas perlindungan, hak atas keadilan dan juga hak atas pemulihan atau pemberdayaan, paparnya.

Jadi, kegiatan fasilitasi pengembangan P2TP2 ini dilaksanakan selama ada korban yang melaporkan terjadinya tindak kekerasan dalam rumah tangga, pelecehan seksual serta pencabulan seksual dan juga kekerasan pada anak, tukasnya.