Pasific Pos.com
Kota Jayapura

Dinas Perpustakaan Kota Jayapura Gelar Lomba Bercerita Budaya Papua

 

JAYAPURA, – Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Jayapura menggelar lomba bercerita budaya daerah lokal Papua di aula sian soor kantor Wali Kota Jayapura, Senin (26/2/18) dalam rangka HUT Kota Jayapura ke-108 pada 7 maret dan HUT Pekabaran Injil di Tanah Tabi pada 10 Maret 2018.

Lomba bercerita budaya Papua ini menampilkan 34 peserta siswa-siswi sekolah dasar dan madrasah ibtidaiyah dari 28 sekolah yang mendaftar.

Wali Kota Jayapura, Benhur Tomi Mano melalui Asisten III Setda Kota Jayapura Bidang Administrasi Umum Frans Pekey mengatakan budaya Papua harus ditanamkan sedini mungkin kepada anak-anak Papua agar tidak melupakan budaya.

“Dengan membaca kita bisa melihat dunia. Siapa yang kehilangan budaya maka kehilanagan identitasnya. Mari terus kembangkan budaya khuusunya budaya Papua,” kata Frans.

Frans berpesan agar, penanganan budaya lokal Papua bukan hanya saja disekolah maupun komunitas tapi juga peran orang tua dan lingkungan masyarakat.

“Melalui lomba ini dapat menumbuh kembangkan, memberikan motifasi serta memahamai kearifan lokal budaya Papua,” kata Frans.

Pada kesempatan ini Frans menghimbau kepada dinas perpustakaan setempat untuk menjadi perpustakaan sebagai pusat membaca, menyediakan perpustakaan keliling hingga mengembangkan sistem pelayanan perpustakaan digital.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Jayapura, Amos Solosa mengatakan kegiatan dimaksud berdasarakan dokumen pelaksaan anggaran di dinas yang saat ini dipimpinnya.

“Tujuan lomba ini untuk menumbuhkembangkan gemar dan minat membaca, kecintaan serta melatih anak-anak Papua untuk hidup cerdas dan memahami budaya lokal di Papua khususnya,” kata Amos.

Tim juri yang dihadirkan di lomba bercerita budaya daerah lokal Papua kali ini dari LMA Port Numbay, Dinas Perpustakaan Papua, Balai Bahasa Papua.

Cerita yang ditampilkan dalam lomba ini, di antaranya asal usul nama Irian, biwar sang penakluk naga, burung kasuari dan burung pipit, asal usul burung cenderawasin maupun asal urul selat saireri.