Pasific Pos.com
Papua Selatan

Dinas Pendidikan Genjot Kualitas Tenaga Pendidik

MERAUKE,ARAFURA,- Untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) bagi tenaga pendidik, Pemerintah Kabupaten Merauke melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Merauke menggelar Pelatihan Manajamen Berbasis Sekolah (MBS). Pelatihan dikhususkan bagi kepala sekolah dan guru Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Bupati Merauke, Frederikus Gebze, SE, M.Si mengatakan sekolah sebagai lembaga pendidikan yang merupakan tempat dimana proses pendidikan dilakukan. Maka, perlu menyatukan persepsi dan kesepahaman baik di tingkat TK, SD, SMP maupun SMA. Dengan undang-undang, sudah ditarik kewenangan untuk SMA sehingga kabupaten hanya mengelola SD dan SMP.

Lanjut Bupati, sekolah juga dipandang sebagai lembaga atau organisasi dalam mengelola SDM yang diharapkan dapat menghasilkan lulusan yang berkualitas tinggi sesuai dengan kebutuhan masyarakat. “Diharapkan para peserta dapat mengikuti kegiatan ini dengan baik dan menyerap ilmu yang diberikan,” ucap Bupati saat membuka kegiatan tersebut di Gedung Kanol Sai, Selasa (10/7).

Bupati menambahkan, rasio penempatan guru di sekolah berdasarkan Rombongan Belajar (Rombel) belum ditata dengan baik. Karena itu, pemerintah Kabupaten Merauke akan menata penempatan guru yang ada di sekolah baik di pedalaman maupun yang ada di kota.

Sementara itu, Perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Merauke, Voni Runtuh mengatakan sebelum melakukan proses belajar mengajar tahun ajaran baru 2018/2019, seorang kepala sekolah harus melakukan tugas-tugasnya dan pengawasan dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah. Guna menyatukan visi dan misi dari Pemerintah Kabupaten Merauke melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Merauke melaksanakan MBS bagi kepala sekolah agar di dalam pelaksanaan kegiatan sesuai dengan harapan.

Menurutnya, MBS sangat perlu dilakukan terutama dalam penerapan manajemen kurikulum dan pembelajaran peserta didik, tenaga kependidikan, pembiayaan maupun sarana dan prasarana dapat berjalan sesuai dengan ketentuan. “Sebelum memasuki tahun ajaran perlu melakukan perencanaan sekolah karena merupakan otonomi sekolah. Jadi, setiap sekolah harus mempunyai tujuan,” tandasnya.

Ia berharap, didalam penyusunan MBS harus melihat faktor budaya. Serta dapat membagikan pengalaman dengan sekolah-sekolah yang lain sehingga apa yang menjadi kekurangan dapat diperbaiki untuk meningkatkan kualitas pendidikan yang ada di Kabupaten Merauke.