Pasific Pos.com
Papua Barat

Dinas P3AKB Siap Mengawal Kebijakan Bupati

Bintuni, TP – Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (P3AKB) Kabupaten Teluk Bintuni berkomitmen untuk mengawal kebijakan Bupati Teluk Bintuni, Ir. Petrus Kasihiw, MT dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor ekonomi kreatif.

Secara khusus, bagi mama-mama Papua yang menerima bantuan akan menjadi sasaran pendampingan oleh Dinas P3AKB agar lebih kreatif dalam mengelola usaha.

“Saya pikir kalau Bupati menyampaikan seperti itu maka sangat baik bagi OPD kami. Karena sasaran kami adalah untuk mama-mama Papua. Yang jelas kami tidak akan lepas mereka, sebab ini hal yang baru,” ucap Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (P3AKB) Kabupaten Teluk Bintuni, Jane Fimbay kepada Tabura Pos belum lama ini.

Ia menuturkan, sesuai pengalaman program bantuan pemerintah khususnya modal usaha tidak akan berkembang dengan baik jika tidak mendapat pendampingan secara intens pemerintah. Oleh sebab itu sebagai instansi yang memiliki tanggung jawab dalam pembinaan dan pendampingan bagi kaum perempuan, maka sudah menjadi kewajiban bagi P3AKB untuk melaksanakan pendampingan khususnya dalam mendorong tercapainya target pemerintah dari sektor ekonomi kerakyatan.

“Mungkin selama ini ada bantuan modal usaha yang diterima dari pemerintah. Tapi kedepan kami akan berupaya untuk melakukan pendampingan agar usaha itu bisa berkembang. Karena sesuai pengalaman, kalau kami tidak mendampingi maka usahanya tidak bisa diolah dengan baik dan akhirnya tidak berkembang,” imbuhnya.

Dirinya berharap bantuan modal usaha yang dikucurkan Pemda bagi masyarakat bisa direspon oleh dinas teknis untuk membuat petunjuk operasional. Supaya lanjut dia, masyarakat dapat mengelola modal secara efektif demi pengembangan usahanya.

“Mungkin ada sinergitas dari sejumlah OPD terkait dalam melakukan pembinaan terhadap subjek penerima bantuan modal. Dan yang menjadi tanggung jawab kami adalah bagaimana mencetak skil mereka. Sedangkan pembinaan terkait tata kelola modal bisa diberikan oleh OPD teknis,” ungkapnya.

Dirinya mengutarakan, salah satu kelompok hasil binaan P3AKB sudah beberapa kali tampil memamerkan hasil produksinya. Meski begitu, kelompok ini sebut Jane, mengalami kendala lantaran modal yang belum cukup kuat.

“Artinya, kalau mereka muncul dengan hasil produksinya maka, dari pihak lain bisa melihat karya mereka. Tapi, kami akan mencoba membuat proposal. Kalau memang itu bantuan permodalan, maka secara administrasi kami akan bantu,” ujarnya.

Menurutnya, kemampuan mengelola usaha yang baik, maka akan menjadi nilai tambah bagi pemerintah. Sebab kata dia, dari sisi pembangunan manusia bisa dikatakan pemerintah berhasil jika masyarakatnya mampu mandiri secara ekonomi.

“Sehingga secara tidak langsung, kemampuan ekonomi mereka sudah membaik. Dengan demikian kondisi ekonomi mereka dari level bawah bisa setingkat lebih tinggi. Kalau seluruh keluarga di Teluk Bintuni memiliki kemampuan ekonomi yang baik, maka angka kemiskinan otomatis dapat ditekan semakin ke bawah,” tutup Jane. [VLI-R3]