Pasific Pos.com
Papua Barat

Diduga Ada Unsur Kesengajaan Dalam Kebakaran di Kompleks Borobudur

Manokwari, TP – Penyidik Polres Manokwari masih memeriksa para saksi untuk mengetahui penyebab terbakarnya sejumlah tempat usaha di Jl. Jenderal Sudirman, Kelurahan Padarni, Distrik Manokwari Barat, Kabupaten Manokwari, tepatnya di Kompleks Borobudur, Kamis (21/6) malam.

Kasat Reskrim Polres Manokwari, AKP Indro Rizkiadi menjelaskan, kejadian ini berawal dari adanya pertengkaran di antara pasangan suami-istri, FE dan NS.

“Jadi, awalnya api berasal dari rumah mereka, lalu membesar dan membakar sekitar 13 rumah yang sudah dijadikan tempat usaha, yang letaknya saling dempet dan berdampingan dengan rumah mereka,” jelas Kasat Reskrim kepada para wartawan di Polres Manokwari, Senin (25/6).

Ia menerangkan, menurut keterangannya, FE mengaku jika istrinya NS, sudah 3 kali melakukan percobaan pembakaran sofa di dalam rumah, tetapi saat diketahui, langsung bisa dipadamkan.

Diungkapkan Rizkiadi, tindakan NS juga dibenarkan RE, anak dari pasangan suami istri ini. Ia mengaku pernah melihat kejadian tersebut.

Berdasarkan keterangan saksi, kata Kasat Reskrim, diduga jika kebakaran sejumlah tempat usaha di Kompleks Borobudur, terdapat unsur kesengajaan.

“Dalam beberapa catatan, NS sudah pernah melakukan percobaan pembakaran, jadi tidak menutup kemungkinan jika tindakan itu dilakukan oleh yang bersangkutan, sebab, pada saat yang bersangkutan diperiksa, NS beberapa kali tertawa tanpa disadari,” beber Rizkiadi.

Atas kondisi ini, ia mengatakan, penyidik terlebih dahulu akan mendalami tentang kejiwaan NS dengan melakukan tes psikologi, dibantu Biddokkes Polda Papua Barat.

“Saat ini, pemeriksaan yang bersangkutan masih sebatas saksi. Kalau memang terbukti bersalah, baru dilakukan penahanan,” tandasnya.

Sementara untuk kerugian yang ditimbulkan akibat kebakatan itu, ia memperkirakan mencapai ratusan juta Rupiah, yang ditotalkan dari jumlah bangunan dan barang dagangan yang terbakar.

Dicecar tentang pemicu insiden kebakaran, tambah Kasat Reskrim, pihaknya masih akan melakukan olah TKP (tempat kejadian perkara) guna mengetahui awal titik api dan penyebabnya. [BOM-R1]