Pasific Pos.com
Papua Barat

Diakui Ada Alokasi 7 Miliar Membiayai Pasien Rujukan

Manokwari, TP – Wakil Ketua Komisi D DPR Papua Barat, Demianus Enos Rumpiadus menyatakan, tahun ini, ada alokasi anggaran sebesar Rp. 7 miliar untuk membiayai pasien, keluarga pasien, dan tenaga kesehatan yang mengantar pasien rujukan keluar Papua Barat.

Menurutnya, jumlah itu meningkat jika dibandingkan tahun lalu, hanya Rp. 3 miliar. “Tahun ini ada masuk sekitar Rp. 7 miliar. Di situ dipakai untuk merujuk orang asli Papua yang sakit keluar Papua Barat. Tahun lalu ada Rp. 3 miliar, tapi banyak proposal dari kabupaten dan kota yang masuk. Banyak juga yang tidak sempat dirujuk, karena persoalan dana yang habis. Jadi, kami lagi usahakan supaya ditambahkan,” kata Rumpaidus yang ditanya Tabura Pos, di DPR Papua Barat, Rabu (11/7).

Khusus untuk keluarga pasien yang dirujuk keluar daerah, Rumpaidus mengatakan, jika pasien yang tidak bisa berjalan, ada 2 orang dari keluarga dan 1 tenaga kesehatan dari rumah sakit asal rujukan. Namun, kata dia, jika pasien bisa berjalan, maka dari keluarga dan tenaga kesehatan masing-masing 1 orang.

Diungkapkannya, alokasi dana Rp. 7 miliar itu sudah termasuk keluarga pasien yang dirujuk keluar daerah, tetapi sampai hari ini, masih ada klaim yang belum dibayarkan Dinas Kesehatan.

“Itu sudah kami tanya, mereka mengakui itu. Ada yang pakai biaya sendiri, sampai hari ini belum diganti. Itu sekitar, karena waktu itu saya punya kakak punya anak itu juga dirujuk, itu sekitar Rp. 20 juta,” ungkapnya.

Mengenai jumlah keseluruhan tunggakan yang harus dibayarkan Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat untuk keluarga pasien, Rumpaidus mengaku tidak disampaikan Dinas Kesehatan saat rapat dengar pendapat.

Lanjut dia, yang jelas, ada klaim dari beberapa keluarga pasien yang belum dibayarkan. “Jadi, itu tunggakan dari Dinas Kesehatan. Memang ada beberapa orang, termasuk yang klaim ke DPR juga kita urus,” sebutnya.

Sebelumnya, Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan mengatakan, Pemprov Papua Barat dan pemerintah kabupaten-kota akan menyiapkan dana guna membiayai keluarga pasien BPJS Kesehatan apabila dirujuk keluar daerah.

Sebab, kata Mandacan, sejauh ini hanya pasien saja yang  dijamin BPJS Kesehatan. Menurut Gubernur, Pemprov sudah memberi petunjuk ke Dinas Kesehatan untuk menindaklanjuti persiapan dana itu ke semua kabupaten-kota.

“Persiapan dana dimaksudkan karena pasien memang sudah dijaminkan, tetapi ketika dirujuk keluar daerah, misalnya ke Makassar atau Jakarta, pasti ada keluarga yang ikut. Dana itu yang nanti dipakai membiayai keluarga yang ikut mengantar dan menjaga pasien yang dirujuk keluar daerah,” papar Gubernur saat membuka Rapat Koordinasi Bidang Organisasi Kabupaten-Kota se-Papua Barat di Hotel Valdos, Manokwari, Kamis (5/7).

Oleh sebab itu, ia menegaskan, harus ada dana yang disiapkan. Program ini harus dirancang sedemikian rupa, sehingga ketika ada masyarakat yang sakit dan ada keluarga yang mengantar, maka ada biaya transportasi dan akomodasi. [CR44-R1]