Pasific Pos.com
Papua Tengah

Di Pilgub Papua, Nabire Rawan 1, Dogiyai Khusus

NABIRE – Pada pelaksanaan Pemilihan Gubernur (Pilgub) dan Wakil Gubernur Provinsi Papua tahun 2018 yang akan dihelat pada bulan Juli mendatang, Kabupaten Nabire dapat digolongkan masuk ke dalam daerah rawan 1.

Artinya, tingkat kerawanan sedang berbeda dengan daerah lain yang juga masuk Wilayah Hukum (Wilkum) Kepolisian Resor Nabire, seperti Kabupaten Dogiyai yang masuk daerah rawan khusus.

Mewakili Kapolres Nabire AKBP Sony Sanjaya, S.Ik, Kepala Bagian Operasi (Kabag Ops) Polres AKP Helmy Tamaela, S.Ik, menerangkan, di Wilkum Polres Nabire yang membawahi dua (2) kabupaten, yakni Nabire dan Dogiyai terkait kerawanan gangguan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) pada Pilgub Papua tahun 2018 tentunya berbeda.

Untuk Kabupaten Nabire, terang AKP senior Helmy Tamaela, sesuai pengalaman pada Pemilu 2012 dan 2017 lalu, termasuk Pilkada Nabire tahun 2015 – 2016 kemarin dapat dikategorikan daerah rawan 1 atau dapat dikatakan rawan sedang dengan potensi gangguan minim.

Sementara itu, lanjut Karendal Ops Polres Nabire pada Pilgub Papua ini, untuk Kabupaten Dogiyai berdasarkan pengalaman Pemilu lalu dan Pilkada Bupati dan Wakil Bupati Dogiyai kemarin serta sesuai petunjuk Polda Papua dapat digolongkan atau masuk dalam kategori rawan khusus.

Hal ini juga mengingat luas jangkauan wilayah, terang mantan Kasat Reskrim Polres Nabire lagi, termasuk soal jarak tempuh sekitar 180 Kilometer (Km) dari Nabire ke Moanemani, Ibukota Dogiyai.

“Ini tentunya jadi pertimbangan pula saat pelaksanaan hari pencoblosan nanti. Namun demikian, pada prinsip dengan kekuatan personil yang ada dibantu personil TNI, Brimob Pelopor C dan penambahan anggota BKO Polres Nabire siap mengamankan jalannya tahapan pelaksanaan Pilgub Papua tahun 2018 ini,” pungkasnya.(wan)