Pasific Pos.com
Papua Tengah

Di Nabire Susah Tangani Sampah, Sumpah !

NABIRE – Sampah di seputaran Kota Nabire masih saja menjadi persoalan. Di sejumlah titik dalam kota, tumpukan sampah terlihat menggunung dan belum terurus. Seperti yang terlihat di Terminal Oyehe. Sampah yang “parkir’ di terminal itu hampir tidak menyisakan tempat untuk angkutan umum untuk parkir. Walaupun namanya masih terminal, namun penggunaan lahan ternyata lebih didominasi oleh tumpukan sampah. Apakah mungkin status Terminal Oyehe akan berganti nama menjadi Tempat Penampungan Sampah Oyehe ?

Sejumlah warga dunia nyata maupun warga dunia maya sering kali menyampaikan komentarnya terkait persoalan yang satu ini. Bagi warga dunia maya, tumpukan sampah di sejumlah titik sering kali menjadi postingan di media sosial (Medsos). Memang di waktu-waktu tertentu ada pihak-pihak yang karena kepeduliannya melakukan pembersihan sampah di sejumlah titik. Ada dari kantor pemerintah, ada dari komunitas warga dan kelompok lainnya yang ada di daerah ini. Hanya saja, apa yang dilakukan oleh pihak-pihak ini tidaklah dilakukan secara rutin dalam setiap harinya. Sementara produksi sampah dalam setiap harinya cukuplah tinggi.

Tentu Pemerintah Kabupaten Nabire mempunyai instansi yang diserahi tanggung jawab untuk mengurus “barang ini”. Dan hal ini terlihat turun tangan para petugas kebersihan mengurus sampah di sejumlah titik dalam kota ini. Persoalannya, sampai saat ini belum juga persoalan sampah di kota ini tertangani dengan tuntas. Ada saat dimana sampah sampai menggunung di sejumlah lokasi, tanpa penanganan. Jika seperti ini, tidakkah petugas yang diserahi tanggung jawab melakukan aktifitasnya secara rutin dan berkesinambungan ? Ataukah ada persoalan tertentu yang berimbas tidak bisa rutinnya penanganan sampah di daerah ini.

Terkait soal sampah di kota ini, beragam pandangan disampaikan oleh warga baik secara langsung maupun melalui komentari di Medsos. Ada warga yang berpendapat jika soal sampah itu menjadi tanggung jawab pemerintah daerah karena warga disekitar telah berkontribusi dengan membayar pajak. Warga ini pun mempertanyakan instansi terkait dalam menangani persoalan sampah di daerah ini.

Warga lainnya berpendapat perlunya ada revisi kembali aturan soal sampah melalui DPRD Nabire, karena hal ini menyangkut masyarakat banyak. Karena sampah adalah penyakit dan penyakit perlu dibasmi karena ada masyarakat di sekitarnya. (ros)