Pasific Pos.com
Sosial & Politik

Dewan Sambut Baik Pembentukan Satgas Mafia Tanah

 

Jayapura, – Anggota Komisi I DPR Papua, Tan Wie Long yang membidangi Pertanahan menilai jika selama ini kasus-kasus pertanahan masih sulit untuk di tuntaskan.

Namun, dengan dibentukanya Satuan Tugas (Satgas) Mafia Tanah oleh Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri yang bekerjasama dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional, dalam upaya untuk menyelesaikan kasus-kasus pertanahan yang ada di Tanah Papua, disambut positif oleh dewan, sejauh pembentukannya itu semata-mata untuk melindungi hak tanah masyarakat.

“Jadi dalam kinerjanya di Papua, Satgas Mafia Tanah diharapkan dapat menyelesaikan persoalan tanah yang dilematis, dalam hal ini seperti adanya dugaan kongkalikong persoalan tanah adat dan perusahaan tertentu, atau persoalan tanah pemerintah maupun swasta yang ternyata tuntutan hak dari masyarakat adat pemilik hak ulayat belum diselesaikan,” kata Tan Wie Long, baru-baru ini kepada Pasific Pos.

Sehingga lanjut Politisi Partai Golkar ini, Satgas Mafia Tanah tersebut dinilai dapat membantu dalam mencari solusi terkait persoalan tanah yang tidak memiliki kejelasan, yang mana dalam penegakkan hukumnya diharapkan tidak tebang pilih.

“Artinya, konteks persoalan tanah di Papua dan di daerah lain tentunya berbeda. Hal ini telah berdasarkan pengakuan negara dan diakui secara undang-undang, bahwa tanah di Papua adalah tanah adat,”jelasnya.

Dengan demikian, tandas Along, kalau Satgas Mafia Tanah ini turun sampai ke Papua, maka mereka harus melakukan sebuah kajian mendalam terkait persoalan tanah di Papua.

Along menambahkan, hal ini dilakukan agar terciptanya penegakkan aturan bersifat keadilan sosial dan benar-benar bisa berpihak pada kebenaran.

“Yang mana tidak menimbulkan pertikaian antara masyarakat adat dan pihak perusahaan, pemerintah, maupun swasta,” pungkasnya. (TIARA)