Pasific Pos.com
Papua Selatan

Demo Di Kantor KPU Merauke Ricuh

MERAUKE,ARAFURA,- Tidak puas dengan hasil pleno Komisi Pemilihan Umum (KPU), ratusan massa pendukung dari salah satu calon Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Papua menggelar aksi demo di depan Kantor KPU Kabupaten Merauke, Kamis (22/2).

Aksi dimulai dengan melakukan long mart dari tempat pelaksanaan pleno di Gedung Bella Fiesta hingga ke Kantor KPU. Namun, aksi yang awalnya berlangsung dengan tertib kemudian menjadi ricuh. Bahkan, massa melakukan pembakaran di tengah jalan.

Polisi yang melakukan pengawalan berupaya melakukan tindakan sesuai protap yang ada. Tetapi massa semakin beringas bahkan berani menyerang petugas dengan melemparkan ‘batu’. Pasukan Huru Hara (PHH) Polres Merauke akhirnya diturunkan untuk menghalau massa.

Karena tidak mampu, PHH dari Brimob juga diturunkan. Ternyata, pasukan gabungan Polres dan Brimob masih kewalahan dengan aksi massa tersebut. Maka, Kabag Ops Polres Merauke, Kompol Marthin Koagouw,SH meminta perbantuan PHH dari TNI.

PHH gabungan dibantu dengan water canon Polres Merauke dan tim tindak dari Brimob akhirnya berhasil membubarkan massa. Beberapa orang yang diduga sebagai profokator diamankan. Situasi berhasil dikendalikan oleh aparat keamanan dan komisioner KPU Merauke beserta dokumen-dokumen dievakuasi ke Mapolres Merauke.

Hal itu bukanlah kejadian sesungguhnya, tetapi bagian dari kegiatan simulasi Sispamkota yang dilaksanakan TNI dan Polri menjelang pelaksanaan Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Tahun 2018 di Kantor KPU Kabupaten Merauke.

Sementara itu, Kapolres Merauke, AKBP Bahara Marpaung,SH dalam arahannya menyampaikan terima kasih kepada personil yang terlibat, baik dari TNI, Brimob maupun personil Polres Merauke. Menurut Kapolres, kegiatan simulasi ini sudah berjalan dengan baik.

Kegiatan ini dilaksanakan untuk mengecek sejauh mana kesiapan dari personil Polres Merauke, termasuk kerjasama dengan personil TNI dan Brimob. “Dalam pengamanan Pemilukada ini, TNI dengan kepolisian, kita bersinergi untuk bersama-sama mengamankan jalannya proses Pemilukada. Ini kita harapkan, supaya kondusif,”tukasnya.

Selain itu, kata Kapolres, simulasi ini juga untuk mengetahui pembagian tugas dari masing-masing personil. Termasuk tahapan-tahapan dalam pengendalian massa, termasuk peran dari Reserse dan intelejen.