Pasific Pos.com
Papua Selatan

Data Susenas Miliki Informasi Komprehensif

MERAUKE,ARAFURA,-BPS telah melaksanakan Susenas lebih dari 5 dasawarsa dan selama itu pula berhasil membuktikan bahwa data Susenas memiliki informasi yang komprehensif mengenai keadaan sosial ekonomi masyarakat yang tentu sangat dibutuhkan dalam proses perencanaan, monitoring maupun evaluasi program.

Bukan hanya itu dengan skala yang begitu luas dan beragam manfaat yang ditawarkan, data Susenas juga dimanfaatkan oleh sejumlah institusi dan organisasi internasional sebagai referensi dan sumber data untuk berbagai analisis pembangunan.

Demikian dikemukakan Deputi Bidang Statistik Sosial dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Kabid Neraca Wilayah dan Analisis Statistik BPS Provinsi Papua, Eko Mardiana pada pembukaan pelatihan petugas Survey Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Maret 2018 dari BPS Merauke di CoreInn Hotel belum lama ini.

Lebih lanjut dikemukakan, Susenas yang akan dilaksanakan Maret mendatang akan menjadi tantangan apakah BPS mampu menjaga kualitas data seperti selama ini atau tidak. Harus bisa dibuktikan bahwa data BPS tetap terpercaya dan menjadi rujukan bagi semua pihak.

Pada pelaksanaan pelatihan kali ini petugas dilatih langsung oleh Innas dari masing-masing kabupaten/kota. Tahapan pelatihan ini juga menjadi tantangan tersendiri karena materi yang disampaikan Intama bisa sampai kepada Innas dan petugas secara utuh tanpa ada yang terlewatkan. Banyak pelajaran yang dapat diambil dari Susenas September 2017 untuk menyempurnakan Susenas Maret mendatang. Hasil evaluasi data Susenas September 2017 menunjukkan peningkatan kualitas data yang membanggakan.

Hasil evaluasi menunjukkan ada 7 provinsi dengan capaian zero error, yaitu Provinsi Jambi, Lampung, Kepulauan Riau, Yogyakarta, Bali, NTB dan Sulawesi Tengah. Pada tingkat kabupaten/kota ada peningkatan luar biasa di mana pada Susenas Maret 2017 sebanyak 36 kabupaten/kota dengan capaian zero error sedangkan pada Susenas September 2017 capaian tersebut diraih oleh 410 kabupaten /kota dan 56 kabupaten/kota meraih capaian mendekati zero error (skor 0,0045 sampai dengan 0,0099).