Pasific Pos.com
Kabupaten Jayapura

Data Perekaman KTP-El Kabupaten Jayapura Lebihi Target Nasional

SENTANI – Kabupaten Jayapura telah mencapai target nasional perekaman data Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el) per Juni 2018.

Hal ini disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Kadispendukcapil) Kabupaten Jayapura, Eddi Susanto didampingi Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan (PIAK) pada Dispendukcapil Kabupaten Jayapura, Misio, Kamis (5/7/18) siang diruang kerjanya saat dikonfirmasi wartawan.

Menurutnya, pelaksanaan perekaman KTP-el di Kabupaten Jayapura hingga saat ini berjalan lancar, dan justru data perekaman Kabupaten Jayapura sudah mencapai 102,2 persen, dimana target nasional dengan jumlah kurang lebih 116 ribu dari jumlah yang sudah melakukan perekaman di Kabupaten Jayapura itu sebanyak 119.469 jiwa.

Untuk perekaman Kabupaten Jayapura, kalau mengikuti target nasional itu kita sudah melampaui dari target nasional perekaman data KTP-el. Karena target nasionalnya itu kurang lebih 116 ribu, sehingga kita hingga saat ini sudah mencapai 119 ribu atau dari 116.009 dari 119.469. Sehingga kalau di prosentasekan saat ini kita sudah mencapai 102,2 persen. Jadi, secara nasional perekaman di Kabupaten Jayapura itu terbaik untuk wilayah Papua, ujar Eddi
Namun itu, diakuinya, dalam melakukan perekaman data KTP-el di Kabupaten Jayapura masih terdapat sejumlah kendala yang dihadapi akibat letak geografis Kabupaten Jayapura.

Kendala perekaman data itu jelas jangkauan wilayah, karena memang daerah kita daerah yang kondisinya terpisah-pisah, yakni ada yang lewat air dan ada juga yang lewat darat yang harus sekian jam baru nyampe atau tiba di kabupaten. Tapi, itu tidak mematahkan semangat kita untuk tetap melakukan perekaman data KTP-el, papar pria yang juga menjabat sebagai Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Jayapura.

Untuk menghadapi kendala-kendala itu, kata Eddi Susanto, pihaknya melakukan perekaman dengan sistem jemput bola.
Selain melaksanakan perekaman di kantor Dispendukcapil yang sistem online ini, kita juga melakukan perekaman offline. Kita biasa mengistilahkannya itu pelayanan terpadu dengan sistem jemput bola. Kita melakukan pelayanan terpadu ini bukan hanya untuk perekaman bagi wajib KTP-el saja, tetapi kita melakukan pelayanan akta kelahiran, juga pencatatan sipil, kemudian kartu keluarga (KK), tuturnya.

Dikarenakan masih banyak warga kita yang belum memiliki kartu keluarga dan bahkan di KK warga yang lama itu sudah ada penambahan namun belum di kasi masuk, kemudian juga ada yang sudah meninggal namun belum di kasi keluar. Sehingga adanya perubahan-perubahan seperti itu harus di-update setiap saat. Jadi saat kita turun ke lapangan untuk lakukan pelayanan terpadu, maka hal-hal seperti itu kita laksanakan, sambungnya.

Selain itu juga, kata Eddi, daerah lain yang mencapai target nasional yakni Kabupaten Merauke dan Kabupaten Jayawijaya untuk data perekaman hampir 98 persen.

Kabupaten lain yang capaian perekaman melampaui target nasional itu adalah Kabupaten Merauke dan Kabupaten Jayawijaya, tukasnya.