Pasific Pos.com
Papua Selatan

Data Akurat, Kebijakan Tidak Salah Sasaran

MERAUKE,ARAFURA,-Salah satu isu penting dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan ini adalah ketersediaan data produksi pangan yang obyektif dan akurat agar segala kebijakan yang diambil pemerintah tidak salah sasaran.

Dengan kata lain, ketersediaan data statistik pangan yang berkualitas sebagai rujukan dalam perencanaan, pemantauan dan evaluasi menjadi sangat menentukan karena akan berdampak kepada efektivitas pengambilan keputusan yang dilakukan.

Statistik produksi padi, salah satu statistik pangan yang paling strategis dan penting, diperoleh dari data luas panen dikali dengan data produktifitas. Namun demikian, statistik padi yang dirilis oleh BPS seringkali membuat kegaduhan karena dianggap overestimate atau tidak sesuai dengan fenomena di lapangan.

Demikian disampaikan Plt.Deputi Bidang Statistik Produksi, Dr.Adi Lumaksono, MA dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Kabid Statistik Produksi BPS Provinsi Papua, Beti Yayu Y pada pelatihan petugas survey konversi gabah ke beras 2018 di CoreInn Hotel belum lama ini.

Lebih lanjut dijelaskan, perbaikan dari sisi luas panen tidaklah cukup untuk mendapatkan produksi padi yang akurat. Statistik produksi padi diperoleh dari data luas panen padi dikali dengan berat hasil ubinan dikalikan dengan angka konversi Gabah Kering Panen (GKP) ke Gabah Kering Giling (GKG) untuk memperoleh produksi padi dalam satuan standar.

Selain data produksi padi, seringkali pemerintah lebih membutuhkan informasi produksi dalam bentuk beras dalam perumusan kebijakan pangan. Dalam menghitung produksi beras ini hanya mengalikan produksi padi dalam bentuk GKG dengan angka konversi GKG ke beras.

Dengan demikian baik produksi padi dan beras akan sangat tergantung dari angka konversi yang digunakan. Diungkapkan, angka konversi baik GKP ke GKG dan dari GKG ke beras saat ini masih menggunakan hasil survey tahun 2005-2007.