Pasific Pos.com
Papua Selatan

Dari Pembukaan Mupel dan Sidang Klasis GPI Papua

‘Rapi Tersusun Dan Diikat Menjadi Satu’

 

MERAUKE,ARAFURA- “Apa yang dapat diperbuat oleh gereja dan umat GPI Papua tidak saja merasakan namun juga bertindak membantu sodara-sodara kita Orang Papua Marind yang masih hidup dalam kesusahan,kemiskinan dan keterbelakangan? Ataukah GPI Papua hanya menonton saja tanpa berbuat apa-apa? Sikap bertolong-tolonglah dan saling menanggung beban, sudahkah diwujudnyatakan? Adakah atau maukah gereja bersama umat GPI untuk berkarya membantu sodara-sodara kita orang asli Papua yang hidup miskin dan susah? Demikian penegasan Pdt.George Niwar,STh dalam Ibadah Minggu pagi Pada Pembukaan Musyawarah Pelayanan (MUPEL) dan Sidang Klasis GPI Papua Tahun 2018 di GPI Gunung Sinai, Minggu (18/2).

Mengambil renungan dalam Kitab Roma 8 : 18-30, Pdt.Niwar kembali mengatakan bahwa pengharapan sebagai anak-anak ALLAH dalam tugas pekabaran Injil dan pelayanan sudah menjadi panggilan dan kewajiban bagi lembaga gereja dan juga umat GPI Papua. Termasuk dalam lingkup Klasis Merauke. Sikap kepedulian terhadap sesama umat patut diwujudnyatakan. Tindakan untuk peduli dan mengambil suatu terobosan dalam pelayanan sudah sangat perlu dan patut dilakukan oleh lembaga gereja GPI Papua hari ini, esok dan kedepannya.

Sebab dalam panggilan sebagai anak-anak ALLAH, maka ALLAH juga turut bekerja untuk mendatangkan kebaikan bagi setiap orang yang dipanggil sesuai dengan rencanaNYa. Jadi melalui Musyawarah Pelayanan (MUPEL) wadah-wadah Ketegorial dan Sidang Klasis Tahun 2018 ini, diharapkan ada terobosan nyata bagi pelayanan terutama dalam ikut membantu sodara-sodara seiman yang hidup dalam kesusahan.

Sementara itu, menurut Ketua Sinode GPI Papua Pdt.Isack Iwong,SAg dalam sambutannya mengatakan melalui MUPEL dan Sidang Klasis ini tidak hanya program kerja pelayanan yang disusun namun juga menetapkan anggaran pendapatan dan belanja klasis, juga agenda memilih badan pekerja klasis, dan agenda memilih badan pengawas perbendaharaan gereja lingkup Klasis Merauke untuk masa tugas 2018 sampai dengan 2023. Termasuk dilakukannya Musyawarah Pelayanan (MUPEL) wadah-wadah ketegorial dalam mengevaluasi dan mengkaji juga merumuskan konsep dasar serta menyusun pokok-pokok pelayanan kategorial GPI Papua Klasis Merauke.

Dalam pandangannya, Mupel dan Sidang Klasis merupakan wahana tertinggi pada pengambilan keputusan di lingkup GPI Klasis Merauke. Dan tentunya merupakan akta pertanggungjawaban iman tidak hanya lembaga gereja semata melainkan umat GPI Papua di lingkup Klasis Merauke. Juga ada evaluasi atas program pelayanan gereja serta keuangan gereja sehingga ada peningkatan dalam mutu pelayanan kedepan.

Dihadiri oleh Bupati Merauke dan sejumlah pejabat, maka dalam Laporannya Ketua Panitia Mupel dan Sidang Klasis GPI Papua Merauke Pnt. Benny Latumahina mengatakan bahwa kegiatan Mupel dan Sidang Klasis dihadiri kurang lebih 700 peserta yang merupakan perwakilan atau utusan dari 22 jemaat dalam lingkup GPI Klasis Merauke. Terdiri dari Badan Pekerja Sinode, Badan Pekerja Klasis, Anggota KPI Klasis, anggota komisi pastoral, pengurus Kompel, BPPG Klasis, BPPG Jemaat dan utusan dari 22 jemaat. Dengan mengambil thema Rapi Tersusun Dan Diikat Menjadi Satu (Kitab Efesus 4 : 16). Dan sub thema berdasarkan Kasih Kristus yang mengikat satukan kita sebagai keluarga ALLAH, hendaklah kita bertolong-tolongan menanggung beban dalam mewujudkan gereja yang mandiri dan visioner. Waktu pelaksanaan Mupel dan Sidang Klasis GPI Papua Merauke mulai dari Tanggal 18 sampai dengan 25 Februari Tahun 2018 bertempat di Gereja GPI Gunung Sinai.