Pasific Pos.com
Lintas Daerah

Danrem 172/PWY Bersama Masyarakat Asalokobal Laksanakan Panen Raya

Wamena, – Untuk pertama kalinya maayarakat kampung Helalua distrik Assolokobal melaksanakan panen padi. Lahan persawahan yang dipanen inu merupakan sawah percontohan yang dibuat masyarakat bersama prajurit TNI dari Kosim 1702/Jayawijaya.

Komandan Korem (Danrem) 172/Praja Wira Yakthi , Kolonel Inf Boni Christian Pardede beserta Kolonel Inf Hidayat tampak melakukan panen bersama masyarakat Assolokobal , Rabu (14/2/18).

Sebelum panen dilaksanakan, Dandim 1702/Jayawijaya Letkol Inf Lukas Sadipun menjelaskan, bahwa pembukaan lahan di Assolokabal didampingi oleh prajurit yang handal dibidang pertanian. Kedua prajurit itu Serda Komang Wisma dan Serda Ruben Itlay.

“Kami mempunyai target 210 hektar, dan kwunggulannya tanaman padi disini tidak memakai pupuk organik, semua ini hanya hanya penanaman tidak menggunakan bahan kimia,” ujar Lukas.

Dandim juga menjelaskan bahwa untuk padi yang telah ditanam oleh Danrem 172/PWY di kampung Siepkosi siap dipanen pada bulan Maret. Dandim juga menjelaskan bahwa untuk lahan persawahan di kabupaten Jayawijaya masalah utamanya sumber irigasi.

Sementara itu Danrem 172/PWY, Kol Inf Boni Christian Pardede dihadapan maayarakat mengatakan, sejak tahun 2014 lahan ini tidak terjamah lagi. “Pada saat panen tolong sisakan sedikit padi untuk saya. Nanti saya paparkan kepada Staf Asterad agar disini bisa menjadi lumbung padi di Pegunungan Tengah,” ujar Dandrem.

Dandrem juga berpesan kepada semua yang hadir, agar dalam waktu dekat lahna yang sedang di panen ditanami kembali. Sementara itu kepada Serda Ruben Itlay dan Serda Komang agar bisa ke Jayapura. “Serda Komang dan Serda Itlay agar bisa ke Jayapura untuk memberikan penerangan di Pendam kalau bisa sampai ke Dispenad,” ujar Dandrem.

Pada kesempatan yang sama wakil bupati Jayawijaya , Jhon Richard Banua, SE,M.Si mengucapkan terima kasih kepada TNI-AD yang mau terjun langsung ke sawah. “Saya telah mencoba memberikan dana kepada masyarakat Jayawijaya 1 (satu) petak diluar dana dinas pertanian. Namun belum menunjukkan hasil panen.

Wakil bupati berharap agar usaha ini dikembangkan. “Kedepan kita akan berusaha lokasi sawah kita bisa panen sehingga kita tidak mengkonsumsi beras dari luar,” ujarnya.